Dia enggan bertele-tele memberikan rincian lebih jauh. Operasi SAR ini, jelasnya, berlangsung di medan yang sangat berbahaya tebing curam dan jurang dalam. Itu yang membuat segalanya jadi lebih lambat dan berisiko.
"Mungkin kalau persisnya kita bisa press release kalau kita mendapatkan data yang lebih detail. Sedang proses evakuasi dan kita harapkan bisa kita geser ke titik di mana tadi pagi kita evakuasi korban. Karena itu paling cepat," bebernya lagi.
Sebelum korban ketiga ini, tim sudah lebih dulu menemukan dua jenazah lain. Korban pertama, seorang laki-laki, ditemukan Minggu lalu (18/1). Kemudian, sehari setelahnya, pada Senin (19/1), jenazah kedua berhasil dievakuasi. Korban itu teridentifikasi sebagai pramugari, Florencia Lolita Wibisono.
Cuaca dan medan ekstrem masih menjadi tantangan terbesar. Di sisi lain, upaya evakuasi ketiga jenazah itu terus dipacu, menembus kabut dan lereng gunung yang licin.
Artikel Terkait
Pohon Tumbang Tewaskan Pengendara Motor di Jagakarsa Akibat Hujan Deras
Polisi Gagalkan Peredaran 9 Ton Daging Beku Kedaluwarsa Jelang Lebaran di Tangerang
Iran Klaim Serang Pangkalan AS dan Israel dengan Rudal Terbaru dalam Operasi Janji Sejati 4
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Petir di Sejumlah Kota Besar Hari Ini