Laporan sudah disampaikan H ke pihak sekolah. Tapi respons yang datang justru bikin heran. Terduga pelaku konon hanya diberi hukuman skorsing itu pun cuma dua hari.
H nyaris tak percaya. Baginya, sanksi itu terasa sangat tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami anaknya.
"Apa harus mati dulu? Saya bilang gitu juga ke kepala sekolah. Apa harus mati dulu baru ini bisa diproses nih? Baru tuh orang dikeluarkan dari sekolah (drop out/DO)," katanya dengan nada tinggi, penuh kekecewaan.
Tak berhenti di sekolah, H berencana melangkah lebih jauh. Dia akan melaporkan kasus ini ke kepolisian. Namun, ada satu hal yang mendahului. Menurutnya, besok akan ada pertemuan dengan keluarga dari terduga pelaku.
"Kalau rencana lapor (polisi) itu kemungkinan Jumat (23/1) karena Kamis besok itu aku bakal ditemui sama keluarga si terduga pelaku ini ya, hari Kamis," jelas H merinci langkahnya.
Artikel Terkait
Arab Saudi Peringatkan Iran untuk Tidak Gegabah Serang AS dan Israel
Tissa Biani Kenang Vidi Aldiano sebagai Sosok Ceria dan Baik Hati
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Jakarta: Imsak Pukul 04.33 WIB
Gempa M5.7 Guncang Lebong Bengkulu, Dirasakan hingga Skala IV MMI