Indonesia kembali menyuarakan kecamannya. Kali ini, menyusul aksi Israel yang menghancurkan markas UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, di Yerusalem. Pemerintah RI menilai langkah ini bukan sekadar tindakan biasa, melainkan sebuah pelanggaran serius.
Lewat akun X resminya pada Rabu (21/1/2026), Kementerian Luar Negeri tak ragu menyampaikan sikap tegas. "Indonesia mengutuk keras penghancuran fasilitas UNRWA oleh Israel pada 20 Januari 2026 di Yerusalem Timur. Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap kekebalan dan imunitas UNRWA," tulis pernyataan itu.
Nuansa naratifnya jelas: Indonesia ingin semua pihak, terutama Israel, menghormati keistimewaan dan kekebalan yang melekat pada PBB. Apalagi, tugas kemanusiaan yang diemban UNRWA di lapangan seringkali berjalan dalam situasi yang sangat sulit.
"Indonesia menegaskan Advisory Opinion Mahkamah Internasional (22 Oktober 2025) yang menyatakan Israel berkewajiban mendukung kehadiran PBB di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk UNRWA sebagai lembaga kemanusiaan yang perannya tidak tergantikan, serta menghormati keistimewaan dan kekebalan PBB sesuai hukum internasional,"
Begitu penegasan Kemlu RI. Poin ini penting, karena menurut pandangan Indonesia, Israel justru berjalan ke arah sebaliknya.
Di sisi lain, pemerintah kita juga menyoroti soal aturan nasional Israel yang dinilai memutus operasi UNRWA. Hal itu, bagi RI, jelas-jelas bertentangan dengan kewajiban internasional yang harus dipenuhi Israel. Situasi ini membuat distribusi bantuan untuk pengungsi Palestina terhambat, bahkan terhenti.
Maka, desakan pun dilayangkan. "Indonesia menyerukan agar Israel menghormati hukum humaniter internasional dan hukum internasional, termasuk menjamin perlindungan fasilitas dan personel PBB," ujar Kemlu RI.
Intinya, pesan Indonesia sederhana namun mendasar: hentikan pelanggaran, patuhi hukum internasional. Perlindungan bagi pekerja kemanusiaan dan fasilitas mereka bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak.
Artikel Terkait
BI dan China Teken Perjanjian Bilateral, Transaksi RI-China Kini Bisa Pakai Rupiah dan Renminbi Tanpa Dolar AS
5 Rekomendasi Wastafel Portable Satu Bak untuk Dapur Sempit, Mulai Rp200 Ribuan
Bebek di Atap KRL di Stasiun Sudimara Sempat Viral, KAI Pastikan Tak Ganggu Perjalanan
Prabowo Terima Menteri Pertahanan Jepang di Kediaman Pribadi, Bahas Pendidikan Militer hingga Keamanan Maritim