Menurut penelusuran, YP tercatat sebagai PNS sejak 2010. Ia pernah mengajar di beberapa sekolah, terakhir di SDN 01 Rawa Buntu setelah sebelumnya bertugas di Ciputat Timur.
"Makanya sedang kami telusuri juga," imbuh Deden. "Mungkin di sekolah-sekolah sebelumnya bagaimana, seperti apa."
Kasus ini sendiri terungkap setelah polisi mendalami laporan awal. Awalnya, ada sembilan korban yang membuat laporan. Tapi dari pemeriksaan mendalam, jumlahnya membengkak.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Setiawan, menjelaskan, "Dari hasil pemeriksaan, kita mengidentifikasi terdapat 16 korban."
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 16 saksi, mulai dari korban, orang tua, pihak sekolah, hingga perwakilan UPTD PPA. Pelaku, yang berinisial YP, sudah ditangkap pada Senin malam sekitar pukul tujuh. Ia kini berada dalam tahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Artikel Terkait
Gunungan Sampah 137 Ton Mencemari Perairan Muara Baru, DLH DKI Sebut Ulah Oknum Swasta
Kawah Candradimuka Dimulai: 258 Perwira Pilihan Resmi Masuk Sespimti dan Sespimmen
DPR Bidik Juni 2026 untuk Finalisasi Draf RUU Pemilu
Bupati Pati di KPK: Saya Dikorbankan, Tak Paham Kasus Ini