Tiga Pihak Sepakat, Awal Syakban 1447 H Jatuh pada 20 Januari 2026

- Selasa, 20 Januari 2026 | 18:55 WIB
Tiga Pihak Sepakat, Awal Syakban 1447 H Jatuh pada 20 Januari 2026

Bulan Syakban, yang menempati urutan kedelapan dalam penanggalan Hijriah, selalu punya tempat spesial. Ia hadir setelah Rajab dan menjadi gerbang penantian menuju Ramadan. Bagi umat Islam, bulan ini dikenal sebagai bulan yang penuh berkah, terutama saat malam pertengahannya tiba. Di malam itulah, menurut keyakinan, ampunan Allah SWT dijanjikan bagi hamba-hamba-Nya.

Lalu, kapan tepatnya bulan Syakban dimulai tahun depan? Untuk tahun 2026, tampaknya ada kesepakatan yang cukup bulat dari berbagai pihak.

Penetapan Pemerintah dan NU

Kementerian Agama sudah merilis kalendernya. Menurut penanggalan resmi itu, 1 Syakban 1447 Hijriah akan jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Bulan ini akan berlangsung hingga detik-detik menyambut Ramadan.

Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Falakiyah PBNU juga mengumumkan hal serupa. Mereka menetapkan awal Syakban pada hari yang sama, Selasa Pahing, 20 Januari 2026.

"Awal bulan Sya'ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah,"

Begitu bunyi pengumuman resmi bernomor 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 yang dikeluarkan sehari sebelumnya. Keputusan ini bukan asal tebak. Ini berdasarkan laporan rukyatul hilal dari sejumlah lokasi pada Senin, 19 Januari 2026, yang menyatakan hilal berhasil terlihat.

"Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal... Terdapat lokasi yang melihat hilal,"

tulis pengumuman tersebut, memperkuat dasar penetapannya.

Bagaimana dengan Muhammadiyah?

Merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal milik mereka, Muhammadiyah punya hasil yang sama. Organisasi ini juga menetapkan 1 Syakban 1447 H pada Selasa, 20 Januari 2026. Jadi, untuk awal bulan ini, pemerintah, NU, dan Muhammadiyah sepakat.

Ramadan 2026 Kapan Mulainya?

Nah, ini yang biasanya lebih dinanti. Berdasarkan Kalender Hijriah Kemenag 2026, Ramadan 1447 H diperkirakan mulai pertengahan Februari. Tepatnya, awal puasa diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026.

Namun begitu, prediksi bukanlah keputusan final. Pemerintah tetap akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan tanggal mulai puasa Ramadan secara resmi. Jadi, kita memang harus bersabar menunggu keputusan sidang itu nanti.

Muhammadiyah, dengan metode hisabnya, sudah lebih dulu mengambil keputusan. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh lebih awal satu hari, yaitu pada Rabu, 18 Februari 2026.

Ketetapan ini tercantum dalam maklumat resmi mereka. Jika mengikuti jadwal ini, hitungan mundur puasa Ramadan 2026 jadi terasa lebih dekat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar