Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Selasa (20/1/2026), Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkap angka yang cukup mencengangkan. Sepanjang tahun 2025, tak kurang dari 165 pegawai Kejaksaan Agung harus berhadapan dengan hukuman disiplin. Gedung DPR di Senayan, Jakarta Pusat, menjadi saksi pernyataan tegasnya itu.
Dari sekian banyak kasus, mayoritas tepatnya 72 orang mendapat hukuman berat. Bentuk sanksinya bervariasi, mulai dari penurunan jabatan sampai pemberhentian dengan tidak hormat.
“Di sisi penegakan hukum sebanyak 165 pegawai dihukum. Dengan mayoritas 72 orang menerima hukuman berat berupa penurunan jabatan hingga pemberhentian dengan tidak hormat terutama akibat perbuatan tercela,” jelas Burhanuddin.
Rinciannya begini: 13 orang dijatuhi sanksi turun jabatan. Lalu, 23 lainnya harus menerima pembebasan dari jabatan atau ditempatkan dalam status nonjob. Yang paling keras, 20 orang pegawai langsung diberhentikan dengan tidak hormat.
Di sisi lain, pengawasan internal juga tampak gencar. Sepanjang tahun lalu, Kejagung kebanjiran laporan tepatnya 659 pengaduan masuk dari masyarakat. Menariknya, hampir semua laporan itu sudah ditangani.
“Sepanjang tahun 2025, Bidang Pengawasan telah menunjukkan kerja yang solid dengan menunjukkan penyelesaian 98,8 persen atau 651 dari 659 laporan pengaduan masyarakat yang terdiri dari 17 laporan terbukti, 20 tidak terbukti dan 614 dilimpahkan,” ucapnya lagi.
Tak cuma itu. Burhanuddin juga menyoroti tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, 91 persen lebih rekomendasi BPK sudah ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Agung. Angkanya memang impresif, mencakup 1.089 temuan audit.
Dan yang paling menggembirakan, upaya ini berhasil menyelamatkan uang negara. Potensi kerugian yang berhasil diamankan mencapai Rp 555 miliar.
“Capaian lain adalah tindak lanjut rekomendasi BPK yang mencapai 91,11 persen. Dengan mengatasi 1.089 temuan audit. Dan keberhasilan penyelamatan potensi kerugian negara sebesar Rp 555 miliar,” tutup Burhanuddin.
Artikel Terkait
Bea Cukai Makassar Sita 17,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Cegah Kerugian Negara Rp18 Miliar
Polisi Bongkar Komplotan Spesialis Ganjal ATM, Rugikan Ratusan Juta
Sidang Korupsi Chromebook Nadiem Ditunda, Terdakwa dan Pengacara Absen
Harga Minyak Goreng di Pasar Peterongan Naik, Didorong Kenaikan Biaya Kemasan