Kualitas Pola Asuh Harus Konsisten Ditingkatkan
Lestari Moerdijat, atau yang akrab disapa Rerie, kembali menekankan pentingnya peran keluarga. Wakil Ketua MPR RI ini mendorong agar peningkatan kualitas pola asuh dilakukan secara konsisten. Baginya, ini adalah langkah kunci untuk membangun perlindungan anak sejak dini di Indonesia.
"Upaya meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh anak itu sangat penting," ujar Rerie dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, keluarga harus menjadi sistem perlindungan pertama yang kuat bagi anak.
Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Data terbaru dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) cukup memprihatinkan. Laporan Akhir Tahun mereka yang dirilis Kamis (15/1) mencatat, sepanjang 2025 ada 1.508 masyarakat yang mengakses layanan pengaduan. Mayoritas laporan masuk via kanal daring.
Secara total, tercatat 2.031 kasus pelanggaran hak anak dengan jumlah korban mencapai 2.063 anak. Dari sisi demografi, anak perempuan mendominasi sebagai korban dengan persentase 51,5%. Anak laki-laki menyusul di angka 47,6%, sementara 0,9% sisanya tidak mencantumkan jenis kelamin.
Yang ironis, pelaku pelanggaran terbanyak justru berasal dari lingkaran terdekat. Ayah kandung (9%) dan ibu kandung (8,2%) menempati posisi puncak, disusul oleh pihak sekolah dan pelaku lain. Namun, ada fakta yang lebih mengkhawatirkan: 66,3% kasus sama sekali tidak mencantumkan identitas pelakunya. Data ini, bagi Rerie, menunjukkan betapa rapuhnya mekanisme perlindungan anak yang ada saat ini.
Artikel Terkait
Kampus dan Kementerian HAM Kolaborasi, Tanam Nilai HAM Berbasis Budaya Papua
Pramono Anung Siapkan Rute Baru Transjabodetabek ke Bandara dan Jababeka
Di Sela Agenda London, Menhut Raja Juli Antoni Tegaskan Komitmen Konservasi Indonesia
Bamsoet Dukung Prabowo Jajaki Kolaborasi dengan Universitas Top Inggris