Korsleting Alarm Motor Picu Kebakaran, 19 Kendaraan Hangus di Tempat Parkir Stasiun Bogor

- Selasa, 20 Januari 2026 | 07:35 WIB
Korsleting Alarm Motor Picu Kebakaran, 19 Kendaraan Hangus di Tempat Parkir Stasiun Bogor

Suasana pagi di depan Stasiun Bogor, Jawa Barat, berubah jadi mencekam Senin (19/1) lalu. Sekitar pukul enam pagi, api tiba-tiba melahap sebuah tempat penitipan motor di Jalan Mayor Okong. Ngeri banget. Dalam waktu singkat, puluhan motor jadi sasaran amukan si jago merah.

Menurut keterangan dari Dinas Kebakaran Kota Bogor, total ada 19 unit motor yang jadi korban. Nasib mereka nggak sama. Sepuluh unit dinyatakan hangus total, sementara sembilan lainnya mengalami kerusakan parah badannya meleleh kena panas yang ekstrem.

“Jadi motor yang terbakar itu ada 10 motor dan 9 lagi yang terdampak, meleleh kondisinya,”

Ujar Sekretaris Dinas, Theofilio Patricinio Freitas, saat dikonfirmasi di hari kejadian.

Lantas, apa pemicunya? Dari informasi sementara, titik api diduga berasal dari korsleting listrik. Sumbernya? Alarm salah satu motor yang diparkir di sana. Cuma percikan kecil, tapi akibatnya bisa gila-gilaan.

Nah, begitu laporan masuk, petugas langsung bergerak cepat. Tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Meski begitu, perjalanan menuju TKP nggak mulus. “Kendala tadi hanya di perjalanan karena pagi aksesnya padat sekali di sini,” aku Theofilio.

“Tapi Alhamdulillah tiba tepat waktu, sehingga penanganan cepat dan terkendali,”

tambahnya lega.

Upaya pemadaman ternyata cukup efektif. Hanya dalam waktu sekitar tiga puluh menit, kobaran api berhasil ditaklukkan. Setelah itu, proses pendinginan dilakukan buat pastikan nggak ada bara yang tersisa. Cukup singkat, tapi kerugian yang ditinggalkan nggak bisa dibilang sedikit.

Kini, lokasi kejadian sudah kembali kondusif. Meski begitu, kejadian ini pasti bikin pemilik motor dan pengelola parkiran was-was. Soal penyebab pastinya, investigasi masih terus dilakukan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar