"Tapi kali ini itu adalah bertepatan dengan ada tanggul yang jebol dan juga air pasang terjadi. Pasang terjadi juga sehingga air luncuran air dari atas itu tidak cepat bisa turun ke bawah," jelasnya.
Di sisi lain, ada kabar baik. Jalur yang terendam kini sudah bisa dilalui lagi. Meski begitu, untuk keamanan, kereta masih harus melaju dengan kecepatan terbatas. "Pada saat ini kami sudah melakukan operation recovery di jalur itu dan sampai saat ini memang sudah bisa dilewati, ya, walaupun dengan pembatasan kecepatan," kata Bobby.
Soal penanganan jangka panjang, Bobby menyebut koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait sudah dilakukan sejak pagi. Tujuannya, merancang perbaikan permanen. Langkah lanjutan akan segera dijalankan mulai Senin (19/1), terutama untuk titik-titik rawan atau daerah dalam pengawasan khusus (dapsus) di Daop 4.
"Besok kami akan tindak lanjuti segera untuk supaya kita bisa memitigasi dan melakukan perbaikan permanen di dapsus-dapsus, daerah dalam pengawasan khusus, di Daop 4 ini," tegas dia.
Untuk penumpang yang terdampak, KAI mengambil sejumlah langkah. Mulai dari percepatan pemulihan jalur, layanan pemulihan bagi penumpang, hingga tak ketinggalan, pengembalian dana untuk tiket yang dibatalkan.
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Barak Narkoba di Pinggir Rel, Pelaku Lempar Batu dan Tembak dengan Senapan Angin
Andre Rosiade Tegaskan: Penertiban Tambang Ilegal Bukan Hentikan Nafkah, Tujuannya Kembalikan Hak Warga
Gerakan Rakyat Resmi Deklarasi Partai, Usung Anies Baswedan
Trump Kembali Panaskan Ambisi Greenland, Ancaman Tarif Menggantung