Cuaca ekstrem kembali mengancam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mendeteksi aktivitas siklon tropis yang patut diwaspadai. Ada satu siklon bernama Nokaen yang sudah terbentuk di utara Sulawesi Utara, plus dua bibit siklon lain yang masih mengintai di dekat wilayah Indonesia. Ancaman utamanya jelas: hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi berpotensi melanda beberapa daerah dalam beberapa hari ke depan.
Merespons hal ini, Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, langsung angkat bicara. Dia mendesak pemerintah dan masyarakat untuk tidak tinggal diam dan segera menyiapkan langkah antisipasi.
"Munculnya Siklon Tropis Nokaen dan dua bibit siklon ini ancamannya serius. Bisa memicu bencana hidrometeorologi secara masif," tegas Huda kepada para wartawan pada Minggu (18/1/2026).
Dia menjelaskan, karakteristik siklon tropis itu tak cuma soal hujan lebat. "Ia juga membawa angin kencang dan kenaikan muka air laut atau yang biasa kita sebut rob. Maka, antisipasi dini mutlak diperlukan, dari level pemerintah pusat, daerah, sampai masyarakat luas," tambahnya.
Huda mendorong pemerintah pusat agar segera menetapkan status siaga bencana di daerah-daerah yang bakal terdampak. Menurutnya, status ini penting untuk memperlancar mobilisasi personel dan anggaran darurat.
"Wilayah seperti Sulawesi Utara, Gorontalo, sampai Maluku Utara harus segera siaga. Status ini juga harus menjamin ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar di area yang berpotensi terisolasi karena banjir atau gelombang tinggi," ucapnya.
Tak cuma itu, dia juga mengusulkan modifikasi cuaca untuk meredam potensi hujan lebat penyebab banjir bandang. Pemerintah daerah, sebagai garda terdepan, diminta untuk bergerak cepat.
"Pemda di kawasan rawan harus segera mengeruk drainase, menormalisasi sungai, dan memeriksa kekuatan tanggul. Ini langkah dasar untuk mengurangi risiko banjir bandang," ujar Huda.
Artikel Terkait
Jakarta Tenggelam: 35 RT dan 23 Ruas Jalan Terendam Banjir
Prabowo dan Jokowi Bersatu di Balik Pelaminan Sekretaris Pribadi
Banjir Setinggi Dua Meter Rendam Sebelas Titik di Bekasi
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bulusaraung, Pencarian Korban Diintensifkan