119 Taruna Kemenimipas Turun Langsung Bantu Korban Banjir Aceh Timur

- Rabu, 14 Januari 2026 | 20:35 WIB
119 Taruna Kemenimipas Turun Langsung Bantu Korban Banjir Aceh Timur

Langsa, Aceh – Sebanyak 119 taruna dari Politeknik Pemasyarakatan dan Politeknik Imigrasi kini berada di Aceh Timur. Mereka dikerahkan Kemenimipas untuk turun langsung membantu pemulihan daerah yang porak-poranda diterjang banjir dan tanah longsor akhir November lalu.

Sudah empat hari tiga malam mereka berada di lapangan. Rombongan pertama tiba di Lapas Narkotika Langsa pada Minggu lalu. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Kuala Simpang dan baru benar-benar mulai bekerja Senin pagi. Rencananya, mereka akan bertugas di sana hingga tanggal 24 Januari mendatang.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, menyambut baik aksi para taruna ini.

"Saya mengapresiasi kesigapan para taruna Poltekip dan Poltekim yang turun langsung membantu masyarakat. Ini adalah wujud nyata pengabdian dan empati kepada sesama," ujarnya dalam sebuah keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).

Bagi Yan, pendidikan kedinasan bukan cuma soal mencetak kompetensi teknis semata. Lebih dari itu, pembentukan karakter dan kepekaan sosial justru hal yang krusial. Di lapangan, para taruna terlibat dalam berbagai pekerjaan fisik. Mereka membersihkan lumpur dari rumah-rumah warga, merapikan fasilitas umum yang rusak, hingga menguras kotoran yang menggenangi kompleks Lapas Kelas IIB Kuala Simpang dan SDIT Darul Mukhlisin.

Kehadiran 119 pemuda-pemudi ini, sambung Yan, membawa dampak yang lebih dari sekadar tenaga tambahan. Ia melihat semangat mereka justru memberi suntikan harapan bagi warga yang masih berjuang bangkit dari musibah.

Pengalaman langsung di tengah masyarakat ini diharapkan menjadi bekal berharga. Apalagi, mereka adalah calon aparatur Kemenimipas di masa depan.

"Agar kelak mampu menjalankan tugas dengan nilai kemanusiaan, profesionalisme, dan kepedulian sosial. Semangat kemanusiaan ini diharapkan menjadi bekal penting dalam pelaksanaan tugas mereka di masa depan," imbuh Yan.

Jadi, selain menyapu lumpur dan memulihkan bangunan, misi mereka sejatinya adalah memupuk rasa empati. Sebelum nanti bertugas di balik meja atau di balik terali besi, mereka belajar dulu tentang rasanya mengulurkan tangan di saat yang paling dibutuhkan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar