Kehadiran 119 pemuda-pemudi ini, sambung Yan, membawa dampak yang lebih dari sekadar tenaga tambahan. Ia melihat semangat mereka justru memberi suntikan harapan bagi warga yang masih berjuang bangkit dari musibah.
Pengalaman langsung di tengah masyarakat ini diharapkan menjadi bekal berharga. Apalagi, mereka adalah calon aparatur Kemenimipas di masa depan.
"Agar kelak mampu menjalankan tugas dengan nilai kemanusiaan, profesionalisme, dan kepedulian sosial. Semangat kemanusiaan ini diharapkan menjadi bekal penting dalam pelaksanaan tugas mereka di masa depan," imbuh Yan.
Jadi, selain menyapu lumpur dan memulihkan bangunan, misi mereka sejatinya adalah memupuk rasa empati. Sebelum nanti bertugas di balik meja atau di balik terali besi, mereka belajar dulu tentang rasanya mengulurkan tangan di saat yang paling dibutuhkan.
Artikel Terkait
Aktivis Lingkungan Terima Teror: Bangkai Ayam Tanpa Kepala dan Ancaman Lewat Keluarga
Warna-Warna Cerah Stasiun KRL Cikini-Jayakarta Bikin Mood Penumpang Naik
Mahasiswi Unas Tewas Muntah Darah di Teras Kos, Sempat Panggil Tetangga
BNN Ungkap Peredaran Narkoba di Cengkareng Berawal dari Satu Nomor Telepon