Kehadiran 119 pemuda-pemudi ini, sambung Yan, membawa dampak yang lebih dari sekadar tenaga tambahan. Ia melihat semangat mereka justru memberi suntikan harapan bagi warga yang masih berjuang bangkit dari musibah.
Pengalaman langsung di tengah masyarakat ini diharapkan menjadi bekal berharga. Apalagi, mereka adalah calon aparatur Kemenimipas di masa depan.
"Agar kelak mampu menjalankan tugas dengan nilai kemanusiaan, profesionalisme, dan kepedulian sosial. Semangat kemanusiaan ini diharapkan menjadi bekal penting dalam pelaksanaan tugas mereka di masa depan," imbuh Yan.
Jadi, selain menyapu lumpur dan memulihkan bangunan, misi mereka sejatinya adalah memupuk rasa empati. Sebelum nanti bertugas di balik meja atau di balik terali besi, mereka belajar dulu tentang rasanya mengulurkan tangan di saat yang paling dibutuhkan.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah
BGN Tutup 47 Dapur Makanan Gratis Ramadan karena Tak Penuhi Standar Mutu
Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Sirene Peringatan Berbunyi
Presiden Prabowo Sampaikan Harapan Damai dan Optimisme di Perayaan Imlek Nasional