Gus Aiz, Ketua Bidang Ekonomi PBNU, dengan tegas membantah. Bantahannya terkait isu yang beredar bahwa dia menerima aliran dana dari kasus kuota haji tahun 2024 yang sedang diselidiki KPK. Namun begitu, lembaga antirasuah itu punya cerita lain.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan penyidik sudah mengumpulkan sejumlah bukti. Bukti-bukti itulah yang mengarah pada dugaan adanya transaksi mencurigakan ke arah Gus Aiz.
"Tentu KPK juga memiliki keterangan ataupun bukti-bukti lain, yang kemudian mengonfirmasi terkait dengan dugaan tersebut,"
Ucap Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu lalu. Menurutnya, tim penyidik sudah memeriksa banyak saksi dan barang bukti elektronik. Dari sanalah, mereka menemukan indikasi aliran dana.
"Kepada yang bersangkutan (adanya aliran dana),"
tuturnya singkat.
Sebelumnya, Gus Aiz sendiri sudah dipanggil dan diperiksa. Usai menjalani pemeriksaan pada Selasa, dia terlihat santai namun bersikukuh dengan pengakuannya.
"Sejauh ini nggak ya, tidak ada (mengalir dana dari Yaqut). Eee.... Nggak tahu juga ya, ha-ha-ha (aliran ke diri sendiri). Nggak, nggak, nggak (ke diri sendiri atau ke PBNU),"
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tegaskan Keberagaman adalah Kekuatan Indonesia di Puncak Imlek Festival 2026
Iran Tutup Seluruh Universitas dan Balas Serangan AS-Israel dengan Guncang Pangkalan Militer di Teluk
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Konflik Iran-Israel pada Harga dan Stabilitas Jakarta
Ledakan dan Kebakaran Guncang Palm Jumeirah Dubai, Empat Orang Luka-luka