Pernyataan itu jelas bukan sekadar omong kosong. Banyak yang menilai ini adalah tantangan terbuka untuk Trump. Sebelumnya, presiden AS itu sudah memperingatkan bahwa negaranya siap bertindak keras jika kabar rencana hukuman gantung bagi demonstran itu ternyata benar.
"Saya belum dengar soal rencana hukuman gantung itu. Tapi kalau mereka benar-benar melakukannya, Anda akan lihat sesuatu yang lain... Kita akan ambil tindakan yang sangat keras," kata Trump dalam wawancaranya dengan CBS News, Selasa (13/1) waktu setempat.
Dia menegaskan sekali lagi, "Kalau mereka berani, kita akan bertindak sangat keras."
Peringatan Trump itu bukan tanpa sebab. Ini muncul setelah sejumlah jaksa di Teheran mengumumkan akan menjerat dakwaan berat "moharebeh" atau "mengobarkan perang melawan Tuhan" yang ancaman maksimumnya hukuman mati, kepada para tersangka unjuk rasa.
Artikel Terkait
KPK Gelar Pertemuan Darurat Bahas Potensi Korupsi di Impor Energi AS
Anggota DPR Kesal, Menteri Trenggono Diminta Hargai Kami Dikit
Video Adu Jotos Guru dan Siswa di Jambi Viral, Disdik Turun Tangan
Prabowo Suntik Semangat, Otorita IKN Pacu Target 2028