Fasilitas pendukung juga tak luput. Ada 58 unit rumah pemotongan hewan (RPH) yang rusak di ketiga provinsi tersebut.
Untuk menangani ini, pemerintah sudah menyiapkan anggaran pemulihan. Nilainya cukup besar, Rp 1,49 triliun dari APBN Kementan 2026. Anggaran itu dialokasikan untuk berbagai hal, mulai dari rehabilitasi lahan dan irigasi, bantuan benih, hingga penyediaan alat mesin pertanian.
Tapi, tampaknya itu belum cukup.
Mentan mengaku masih membutuhkan tambahan anggaran yang jauh lebih besar lagi, sekitar Rp 5,1 triliun. Dana tambahan ini rencananya akan difokuskan untuk rehabilitasi sawah, perkebunan, pakan ternak, serta perbaikan sarana dan prasarana yang hancur.
"Kami fokuskan untuk tambahan rehabilitasi sawah senilai Rp 3,4 triliun, kawasan perkebunan Rp 456,4 miliar, dan pakan ternak Rp 262,8 miliar," imbuh Amran, merinci usulan tersebut.
Jelas, pekerjaan rumah untuk memulihkan sektor pertanian dan peternakan pascabencana ini masih sangat panjang. Butuh langkah cepat dan dana yang tidak sedikit.
Artikel Terkait
Pencarian 17 Hari Berakhir Duka: Pendaki Muda Slamet Ditemukan Meninggal di Tebing Kawah
Banjir Rendam Pandeglang, 29 Ribu Jiwa Terdampak di 12 Kecamatan
Dua Jembatan Presisi Kapolri Ubah Nasib Warga Klaten
KPK Ungkap Bukti Aliran Dana Kasus Kuota Haji ke Gus Aiz