Sekolah Rakyat Tembus 166 Titik, Gus Ipul: Ini Ekosistem Perlindungan dan Pemberdayaan

- Selasa, 13 Januari 2026 | 11:30 WIB
Sekolah Rakyat Tembus 166 Titik, Gus Ipul: Ini Ekosistem Perlindungan dan Pemberdayaan

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan tamu undangan di Banjarbaru, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul melaporkan perkembangan terbaru Program Sekolah Rakyat. Program yang digagas langsung oleh Prabowo ini, kata dia, kini sudah benar-benar hidup dan berdenyut di berbagai penjuru tanah air.

“Total 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota seluruh Indonesia,” jelas Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026). Pernyataan itu disampaikannya sehari sebelumnya, saat mendampingi Presiden meresmikan sekolah rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Perkembangannya cukup pesat. Gus Ipul merinci, 60 Sekolah Rakyat pertama sudah beroperasi sejak Juli tahun lalu. Menyusul kemudian, 37 unit lagi di Agustus. Puluhan lainnya mulai berjalan menjelang akhir September hingga awal Oktober. Hasilnya? Saat ini sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang tersebar.

“Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidikan,” terangnya.

Di sisi lain, Gus Ipul menekankan bahwa program ini bukan sekadar sekolah biasa. Ini adalah upaya konkret memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan. Target utamanya adalah mereka yang selama ini seperti tak terlihat, the invisible people.

“Kami berusaha menerjemahkan penyelenggaraan sekolah rakyat dengan melakukan penjangkauan kepada mereka dari keluarga paling tidak mampu,” ucapnya.

Data lapangan yang disinkronkan dengan BPS mengungkap fakta menarik. Sekitar 60 persen siswa ternyata berasal dari keluarga buruh harian lepas, kuli bangunan, hingga tukang ojek. Banyak di antaranya adalah anak yatim piatu atau korban kekerasan dalam rumah tangga yang sempat putus sekolah. Bahkan, ada juga yang sama sekali belum pernah merasakan bangku pendidikan.

“Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa. Ini adalah ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan,” urai Gus Ipul dengan semangat. “Selama 24 jam, siswa mendapatkan pemenuhan gizi, tiga kali makan, dua kali snack, kurikulum modern berbasis digital, hingga pengembangan bakat melalui Talent DNA.”

Setelah enam bulan berjalan, hasilnya mulai terlihat. Ada perbaikan kondisi fisik siswa, seperti penurunan angka anemia dan kenaikan berat badan. Transformasi akademis mereka juga menunjukkan kemajuan yang menonjol.

Seperti testimoni haru yang disampaikan Nazril, seorang siswa berprestasi tingkat SMA. Suaranya terdengar lirih namun penuh keyakinan di tengah acara.

“Sejak di Sekolah Rakyat, saya tidak lagi mengalami perundungan. Saya sudah bisa menulis dan membaca. Terima kasih Pak Prabowo,” ungkapnya.

Sebelum acara puncak, Gus Ipul mendampingi Presiden meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru. Prabowo menyambangi dua kelas yang sedang aktif belajar. Uniknya, setiap siswa di sekolah berbasis asrama ini dilengkapi laptop yang terhubung ke sistem Learning Management System (LMS). Semua proses belajar, mulai dari materi, tugas, hingga ujian, berjalan secara daring dan terpadu.

Presiden juga menyempatkan melihat perpustakaan, laboratorium, dan ruang makan. Ia mengecek langsung menu makanan yang disajikan tiga kali sehari plus dua kali snack benar-benar memastikan asupan gizi para siswa.

Acara peresmian itu sendiri berlangsung meriah. Ratusan perwakilan orang tua siswa hadir memadati kompleks SRT. Sebelum pembukaan, atraksi baris-berbaris variasi dari kolaborasi siswa Sekolah Rakyat Pasuruan bersama perwakilan sekolah lintas agama NU, Muhammadiyah, Protestan, dan Hindu sukses menyedot perhatian.

Tak ketinggalan, hampir seluruh jajaran Kabinet Merah Putih hadir memberikan dukungan. Mulai dari Wakil Mensos Agus Jabo Priyono, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Menlu Sugiono. Hadir pula MenPPA Arifatul Choiri Fauzi, Menko PMK Pratikno, Menkomdigi Meutia Hafidz, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, serta para gubernur dan bupati/wali kota dari seluruh Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar