Tiga Pencuri Motor di Palmerah Ditembak dan Ditangkap Usai Baku Tembak dengan Warga

- Selasa, 13 Januari 2026 | 08:45 WIB
Tiga Pencuri Motor di Palmerah Ditembak dan Ditangkap Usai Baku Tembak dengan Warga

Polisi akhirnya meringkus tiga pencuri motor yang bikin resah warga Palmerah, Jakarta Barat. Mereka nekat menembak warga saat beraksi. Sekarang, ketiganya cuma bisa tertunduk lesu, dengan luka tembak di kaki.

Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berlangsung Rabu pagi lalu, sekitar pukul delapan, di kawasan Jalan Andong II. Dua dari para pelaku itu membobol motor yang diparkir di dalam garasi seorang warga. Aksi mereka ternyata ketahuan.

Pemilik motor dan tetangga sekitar langsung berusaha menggagalkan. Situasinya jadi ricuh. Ada warga yang berupaya menarik motor yang hampir saja dibawa kabur.

Dalam kepanikan itu, salah satu maling terjatuh saat dikejar massa. Tapi, yang satu lagi malah mengambil langkah nekat. Dia mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah warga yang mengepung.

Kapolsek Palmerah, Kompol Gomos Simamora, menceritakan detik-detik mencekam itu.

"Pada saat ada yang bantu, warga ketembak kakinya sama senjatanya itu, seperti itu," ujarnya.

Mendapat laporan itu, tim Jatanras Polda Metro Jaya langsung bergerak. Mereka dikerahkan bersama polres dan polsek setempat untuk memburu para pelaku. Pengejaran pun dilakukan.

Hasilnya, satu per satu mereka berhasil diamankan dari lokasi yang berbeda-beda. Vebran Vernando (VV) pertama kali ditangkap di sebuah homestay di Yogyakarta, pada Jumat (9/1).

Tak lama setelahnya, Robi Candra (RC) berhasil diciduk di Cimahi, Jawa Barat. Penangkapan RC dilakukan dini hari Sabtu.

Polisi juga menyebut sudah menahan satu tersangka lain, berinisial AN atau AA, yang diduga punya keterlibatan. Sayangnya, detail peran AN dalam kasus pencurian berujung tembak ini belum banyak diungkap ke publik. Investigasi masih terus berjalan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar