Maraknya penambangan emas ilegal di Sumatera Barat akhirnya mendorong langkah tegas dari politisi di Senayan. Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, baru-baru ini menyambangi Bareskrim Polri untuk berkoordinasi. Tujuannya jelas: mendorong penindakan terhadap aktivitas "peti" yang sudah merajalela itu.
Menurut Andre, persoalan ini ibarat gunung es. Kasus Nenek Saudah yang sempat viral, katanya, hanyalah bagian kecil yang terlihat.
"Kita tahu beberapa tahun belakang peti penambangan emas secara ilegal di Sumatera Barat itu marak," ujar Andre kepada awak media di Mabes Polri, Senin lalu.
"Ada di Kabupaten Pasaman, di tempat Nenek Saudah itu. Lalu di Pasaman Barat, Salur Selatan, Sijunjung, dan beberapa titik lain. Ini sudah rahasia umum, masyarakat luas sangat tahu."
Dia mendesak agar polres-polres di daerah tidak tutup mata. Koordinasinya dengan Bareskrim Dirtipidter diharapkan bisa segera menghasilkan tindakan nyata.
"Kita akan berkoordinasi agar segera Mabes Polri menurunkan tim," tegasnya.
Andre mengakui upaya serupa pernah dilakukan Kapolri Listyo Sigit sebelumnya. Hasilnya? Cuma bertahan beberapa bulan. Setelah itu, aktivitas ilegal itu muncul kembali. Nah, kali ini dia ingin memastikan penindakan berjalan tuntas, tidak setengah-setengah.
Di sisi lain, Andre juga menyinggung komitmen pemerintahan baru. Presiden Prabowo Subianto, disebutkannya, punya tekad kuat untuk menegakkan hukum di sektor pertambangan liar. Ini bukan cuma soal hukum, tapi juga dampak lingkungan yang mengkhawatirkan.
"Kita tentu tidak ingin kerusakan lingkungan ini memicu bencana alam baru datang lagi," imbuhnya.
Itulah sebabnya dia turun langsung. Sebagai wakil rakyat dari Sumbar, Andre ingin kasus Nenek Saudah tidak berhenti pada persoalan penganiayaan semata. Ada masalah lebih besar di baliknya yang harus diurai: jaringan tambang ilegal yang selama ini seolah kebal hukum.
"Kita tidak ingin orang-orang yang berlindung dan terlibat di dalamnya selamat begitu saja," pungkas Andre.
Artikel Terkait
Kim Yo-jong Tegaskan Program Nuklir Korut Tak Bisa Ditawar Jelang Kunjungan Xi Jinping
Rekomendasi Film Akhir Pekan: Jun Ji-hyun Berburu Wabah Zombie, Kisah Inspiratif Pemain Mobile Legends, hingga Petualangan He-Man
Pramono Anung Tinjau CFD Perdana Rasuna Said, Siap Digelar Rutin Mulai 22 Juni 2026
KPK Ungkap Tarif Rp1–1,5 Juta Per Orang untuk Percepatan Izin Tinggal WNA dalam Kasus Silmy Karim