Di sisi lain, Adi melihat keyakinan Kaesang itu tentu bukan tanpa sebab. Faktor Jokowi, sang ayah, jelas menjadi pertimbangan besar. Ada upaya mengkapitalisasi nama besarnya.
"Sepertinya Kaesang, PSI, cukup yakin mereka ingin menjadikan kandang gajah itu karena ada faktor Jokowi. Karena ya Jokowi cukup diterima dan dianggap cukup solid lah basis-basis pendukungnya," paparnya.
Tapi dia mengingatkan, uji coba mengandalkan Jokowi sudah pernah terjadi. Di Pilpres 2024, dukungannya bisa menggerus suara Ganjar. Di Pilgub, figur itu juga berperan. Namun bicara Pileg dan kekuatan partai secara menyeluruh, PDIP tak begitu tergoyahkan. "Itu dalam posisi Jokowi menjadi presiden, apalagi saat ini tidak menjadi presiden," lanjut Adi.
Pada akhirnya, analisis Adi mengerucut pada satu poin: daya tarik Jokowi dianggap sudah tidak sekuat dulu. Satu-satunya jalan bagi PSI, menurutnya, adalah bagaimana mereka mengelola modal figur Jokowi ke depan. Kalau tidak, mimpi 'Kandang Gajah' bakal jauh dari kenyataan.
"Rasa-rasanya di atas kertas, kesaktian Jokowi kan tidak terlampau setangguh dulu lah," imbuhnya.
"Karena kalau Jokowi nggak dikapitalisasi, ya PSI jangan pernah bermimpi, jangankan mengalahkan PDIP, bisa masuk empat atau lima besar partai di Jawa Tengah aja bisa agak repot."
Artikel Terkait
Genangan 50 Sentimeter Rendam 140 Rumah di Grand Sutera Serang
Prabowo Leses Bareng Siswa, Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru
Netanyahu Puji Keberanian Demonstran Iran, Harapkan Rakyat Bebas dari Belenggu Tirani
Sunter dan Kelapa Gading Tergenang, Arus Lalu Lintas Lumpuh Total