Dini hari yang sunyi di Jakarta Timur tiba-tiba berubah jadi momen genting bagi tujuh remaja. Mereka diamankan polisi, Sabtu (10/1) lewat tengah malam, tepatnya pukul 02.42 WIB. Rupanya, mereka sedang bersiap untuk tawuran.
Patroli gabungan dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur lah yang menggagalkan niat mereka. Bukan cuma orangnya yang diamankan, senjata tajam beragam jenis juga berhasil disita. Mulai dari tiga celurit, sebuah parang, sampai satu bilah samurai ikut diamankan sebagai barang bukti. Lima ponsel juga turut disita.
Menurut Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, operasi ini bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan, terutama di jam-jam yang rawan.
"Upaya pencegahan akan terus kami tingkatkan melalui patroli rutin sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat," tegas Henik dalam keterangannya, Minggu (11/1).
Dia menambahkan, kehadiran personel di lapangan memang sengaja diintensifkan. Tujuannya jelas: mencegah aksi-aksi kekerasan yang kerap bikin resah warga.
Nah, soal barang bukti tadi, semuanya sudah diamankan bersama para remaja itu. Mereka kini ditangani di Polsek Cakung, Jakarta Timur, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Untungnya, situasi pasca-penegakan hukum ini bisa dibilang kondusif. Kawasan Jakarta Timur terpantau aman. Patroli gabungan seperti ini rencananya akan terus berjalan, sebagai langkah pencegahan agar gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat bisa ditekan seminimal mungkin.
Artikel Terkait
Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Capai 70 Persen, Ditargetkan Normal Awal Pekan Depan
Pemerintah Sidoarjo Intensifkan Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak Lewat Edukasi hingga Penguatan Layanan
Polisi Beberkan Motif Suami-Istri Pemilik WO di Jakarta Timur: Sistem Gali Lubang Tutup Lubang
Jokowi Ikut Viral Lagu Mas Bahlil Ganteng, Sekjen Golkar: Bukti Kepekaan pada Anak Muda