Lebih dari sebulan berlalu, setelah hari-hari panjang di tenda pengungsian, akhirnya ada secercah harapan. Warga korban banjir di Aceh Tamiang perlahan mulai pindah ke hunian sementara yang disiapkan Danantara. Kehidupan baru pun dimulai.
Rasa lega jelas terpancar dari wajah Rika Jahara. Ia adalah salah satu warga yang kini bisa menempati rumah sementara itu.
“Senang sekali saya, senang. Rasanya jangan dipindah lagi,” ujarnya, penuh harap.
“Terima kasih pemerintah sudah dikasih tempat tinggal kami. Soalnya rumah kita tidak ada lagi. Terima kasih pemerintah,” tambah Rika, seperti dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Kepresidenan, Jumat lalu.
Huniannya sendiri dibangun dengan cukup fungsional. Desainnya sederhana: satu pintu dan satu jendela untuk memastikan sirkulasi udara lancar. Tapi jangan salah, di dalamnya sudah tersedia kebutuhan dasar. Dua tempat tidur, sebuah lemari, kipas angin, sampai meja makan sudah menunggu.
Lingkungannya pun diatur agar tak terasa suram. Jalan antarblok dilapisi rumput buatan yang hijau, ditemani pot-pot tanaman di setiap pintu. Nuansanya jadi lebih hidup, lebih layak disebut rumah.
Yang tak kalah penting, setiap unit punya meteran listrik sendiri. Dan yang bikin tetap terhubung akses wifi gratis disediakan. Jadi, meski jauh dari rumah lama, warga tak terputus dari informasi dan sanak keluarga. Fasilitas pendukung lain, seperti klinik kesehatan, juga tersedia di kawasan tersebut.
Soal layanan kesehatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Dokter Mustakif, memberikan penegasan. Layanan di klinik itu berjalan optimal, 24 jam tanpa henti.
“Di belakang kami, ini ada klinik kesehatan. Tiap hari dan tanpa ada hari libur,” jelas Mustakif.
“Baik anak kecil, bayi, sampai dengan lansia, dengan yang penyintas ataupun yang beresiko, termasuk ibu hamil nanti, semuanya bisa dilayani,” paparnya.
Sebagai informasi, Danantara melalui Badan Pengelola Investasinya telah menyerahkan total 600 unit huntara ini ke pemda setempat. Presiden Prabowo Subianto bahkan sempat turun langsung untuk meninjau lokasi.
“Saya terima kasih sama Danantara yang telah melakukan pekerjaan yang saya lihat baik,” kata Prabowo.
“Ini membangun 600 hunian dalam waktu singkat itu suatu prestasi,” ucapnya dalam rapat bersama para menteri dan direktur BUMN di Aceh Tamiang, seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Prabowo juga berpesan. Ia meminta Danantara untuk berkoordinasi lebih erat dengan BNPB dan pemerintah daerah. Tujuannya jelas: menghindari tumpang tindih dalam penentuan titik pembangunan huntara selanjutnya. Semoga dengan langkah ini, pemulihan pascabencana bisa berjalan lebih tertata dan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Remaja di Ponorogo Selamat Dievakuasi dari Sumur Sedalam 25 Meter
Christian Eriksen Kolaps di Laga Denmark Vs Ukraina, Pertandingan Dihentikan
Kapolri Bercanda Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun, Respons Banyak Aktivis Kini Duduki Jabatan Pemerintahan
Timnas U19 Pantau Ketat Kondisi Reno Salampessy Usai Cedera, Target Tampil di Semifinal