Di tengah hamparan ladang jagung yang menguning di Cikarang, Titiek Soeharto tak bisa menyembunyikan rasa apresiasinya. Ketua Komisi IV itu secara khusus menyoroti kontribusi nyata Polri dalam upaya swasembada pangan nasional. Menurutnya, prestasi kepolisian patut diacungi jempol.
“Selamat, dan juga saya mengapresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia,” ujar Titiek kepada para wartawan, usai menghadiri panen raya di Sukamahi, Bekasi, Kamis lalu.
Dia lalu membeberkan angka yang cukup mencengangkan. Dari total produksi jagung nasional yang mencapai 16,11 juta ton di tahun 2025, ternyata 3,5 juta ton di antaranya merupakan hasil kerja keras anggota Polri. “Artinya, 20% produksi nasional dihasilkan dari teman-teman kita di Kepolisian,” jelasnya.
Bagi Titiek, ini bukan sekadar angka. Ini adalah sebuah prestasi besar yang membantu negara bergerak lebih cepat. “Terima kasih Pak Kapolri yang sudah membantu mempercepat swasembada ini,” tambahnya.
Lalu, bagaimana kondisi ketahanan pangan kita sekarang? Titiek bersikap optimis. Menurut penuturannya, Indonesia sudah bisa disebut mencapai swasembada, khususnya untuk komoditas jagung. Data yang dia sampaikan cukup meyakinkan: produksi tahun lalu mencapai 16,11 juta ton, sementara konsumsi dalam negeri ‘hanya’ 15,60 juta ton.
“Jadi masih ada kelebihan, ada surplus hampir setengah juta ton,” paparnya. Dengan surplus itu, klaim swasembada jagung buatnya sudah sangat konkret. Sebuah kabar baik yang datang dari hasil kerja keras banyak pihak, termasuk institusi yang tak selalu identik dengan urusan pertanian.
Artikel Terkait
KPK Dalami Dugaan Pemanfaatan Safe House dalam Kasus Suap Bea Cukai
Kebakaran di Cianjur Tewaskan Tiga Orang, Nenek 64 Tahun Luka Bakar 100 Persen
Brimob Polda Metro Jaya Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Jakarta Timur
Indonesia Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan bagi Palestina di Sidang Dewan HAM PBB