Gencatan Senjata Gaza Retak Kembali, Dua Warga Tewas dalam Serangan Udara

- Kamis, 08 Januari 2026 | 09:40 WIB
Gencatan Senjata Gaza Retak Kembali, Dua Warga Tewas dalam Serangan Udara

Udara di Gaza City kembali pecah oleh dentuman, Rabu (7/1) waktu setempat. Meski gencatan senjata sebenarnya masih berlaku sejak Oktober lalu, serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di kota terbesar Jalur Gaza itu. Akibatnya, setidaknya dua warga Palestina meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya terluka.

Menurut keterangan militer Israel, atau yang sering disebut sebagai Tel Aviv, serangan ini adalah bentuk balasan. Mereka mengklaim para petempur Hamas sebelumnya telah menembaki sejumlah tentaranya di daerah kantong Palestina tersebut.

“Serangan udara tersebut menargetkan seorang militan senior Hamas yang menginstruksikan serangan terhadap pasukan kami,” begitu bunyi pernyataan resmi mereka.

Namun begitu, pihak militer Israel sama sekali tidak membahas soal korban jiwa dalam operasi ini.

Di sisi lain, kondisi di lapangan terasa mencekam. Para pejabat medis Gaza, yang langsung bergegas ke lokasi, mengaku kesulitan mengidentifikasi kedua korban tewas dengan segera. Mereka hanya bisa mengkonfirmasi bahwa selain yang meninggal, ada juga warga yang mengalami luka-luka. Sampai berita ini diturunkan, kelompok Hamas sendiri belum memberikan tanggapan langsung.

Ketegangan ternyata tidak hanya terjadi di Gaza City. Secara terpisah, di Rafah yang terletak di selatan Jalur Gaza, situasinya juga memanas. Sebuah milisi Palestina yang didukung Israel menyatakan pasukannya telah membunuh dua anggota Hamas. Insiden ini, tentu saja, menjadi tantangan baru bagi kelompok militan tersebut di tengah situasi yang sudah begitu rumit.

Seperti dilaporkan Reuters pada Kamis (8/1/2026), serangkaian peristiwa ini kembali mengoyak harapan akan perdamaian yang rapuh. Gencatan senjata yang seharusnya menjadi masa tenang, justru diwarnai lagi dengan kekerasan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar