Udara di Gaza City kembali pecah oleh dentuman, Rabu (7/1) waktu setempat. Meski gencatan senjata sebenarnya masih berlaku sejak Oktober lalu, serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di kota terbesar Jalur Gaza itu. Akibatnya, setidaknya dua warga Palestina meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya terluka.
Menurut keterangan militer Israel, atau yang sering disebut sebagai Tel Aviv, serangan ini adalah bentuk balasan. Mereka mengklaim para petempur Hamas sebelumnya telah menembaki sejumlah tentaranya di daerah kantong Palestina tersebut.
“Serangan udara tersebut menargetkan seorang militan senior Hamas yang menginstruksikan serangan terhadap pasukan kami,” begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Namun begitu, pihak militer Israel sama sekali tidak membahas soal korban jiwa dalam operasi ini.
Di sisi lain, kondisi di lapangan terasa mencekam. Para pejabat medis Gaza, yang langsung bergegas ke lokasi, mengaku kesulitan mengidentifikasi kedua korban tewas dengan segera. Mereka hanya bisa mengkonfirmasi bahwa selain yang meninggal, ada juga warga yang mengalami luka-luka. Sampai berita ini diturunkan, kelompok Hamas sendiri belum memberikan tanggapan langsung.
Ketegangan ternyata tidak hanya terjadi di Gaza City. Secara terpisah, di Rafah yang terletak di selatan Jalur Gaza, situasinya juga memanas. Sebuah milisi Palestina yang didukung Israel menyatakan pasukannya telah membunuh dua anggota Hamas. Insiden ini, tentu saja, menjadi tantangan baru bagi kelompok militan tersebut di tengah situasi yang sudah begitu rumit.
Seperti dilaporkan Reuters pada Kamis (8/1/2026), serangkaian peristiwa ini kembali mengoyak harapan akan perdamaian yang rapuh. Gencatan senjata yang seharusnya menjadi masa tenang, justru diwarnai lagi dengan kekerasan.
Artikel Terkait
Empat Prajurit TNI Divonis Ringan karena Jujur dan Menyesal dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
DPR-Pemerintah Rumuskan Stimulus untuk Masyarakat Terdampak Kenaikan Harga Pertamax
BMKG Proyeksikan Puncak Kemarau 2026 pada Agustus, 48,84 Persen Wilayah Indonesia Terdampak
Polisi Masih Buru Empat Pelaku Pengeroyokan Satpam di Perumahan Kota Wisata Bogor