Udara di Gaza City kembali pecah oleh dentuman, Rabu (7/1) waktu setempat. Meski gencatan senjata sebenarnya masih berlaku sejak Oktober lalu, serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di kota terbesar Jalur Gaza itu. Akibatnya, setidaknya dua warga Palestina meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya terluka.
Menurut keterangan militer Israel, atau yang sering disebut sebagai Tel Aviv, serangan ini adalah bentuk balasan. Mereka mengklaim para petempur Hamas sebelumnya telah menembaki sejumlah tentaranya di daerah kantong Palestina tersebut.
“Serangan udara tersebut menargetkan seorang militan senior Hamas yang menginstruksikan serangan terhadap pasukan kami,” begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Namun begitu, pihak militer Israel sama sekali tidak membahas soal korban jiwa dalam operasi ini.
Artikel Terkait
Menteri Agama Tekankan Kolaborasi dengan Ormas di Pembukaan Muktamar Mathlaul Anwar
Presiden Prabowo Lantik Hakim Konstitusi, Anggota Ombudsman, dan Duta Besar
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Kedua Pihak Saling Menyalahkan
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Julio, Lepas dari Kenakalan Remaja