Haikal Ungkap Momen Prabowo Kutip Ayat Al-Quran di Retret Hambalang

- Kamis, 08 Januari 2026 | 08:00 WIB
Haikal Ungkap Momen Prabowo Kutip Ayat Al-Quran di Retret Hambalang
Reportase

Ahmad Haikal Hassan, sang Kepala BPJPH, baru-baru ini membagikan cerita menarik. Ia mengungkap momen dari retret kedua yang digelar di kawasan Hambalang, Bogor.

Menurut Haikal, dalam kesempatan itu Presiden Prabowo Subianto mengutip sebuah ayat Al-Qur'an. Ayat yang dimaksud adalah “Alfitnatu Asyaddu minal-qatl”. Artinya kurang lebih, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.

“Dua kali beliau menyebutkan ayat itu, di dua tempat yang berbeda,” ujar Haikal dalam sebuah video yang beredar Kamis lalu.

“Kemarin pada waktu retret, salah satu yang disampaikan Presiden itu adalah sebuah ayat Al-Qur'an, Pak Prabowo mengutip ayat Al-Qur'an, beliau mengatakan Alfitnatu Asyaddu minal-qatl, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, dua kali Pak Prabowo menyebutkan di 2 tempat ayat Al-Qur'an itu.”

Dari situ, Haikal lantas bercerita tentang sisi lain Prabowo yang ia saksikan. Ia menggambarkan Prabowo sebagai pemimpin yang baik, yang tak segan mengingatkan stafnya untuk menunaikan ibadah.

“Masuk lagi setelah magrib, beliau masih ingatkan, ‘siapa yang belum salat magrib?’.” Haikal terdengar agak bergetar. “Bukan apa-apa, tapi apa nggak bangga punya presiden begitu? Terus saja dihina, dinyinyirin, dimaki. Maaf, saya agak emosional.”

“Dan ketika masuk lagi setelah magrib, beliau masih mengingatkan, siapa yang belum salat magrib, bukan apa-apa tapi apa nggak bangga, punya Presiden begitu? Apa nggak bangga gitu lho, terus saja dihina, terus saja dinyinyir, terus aja dimaki, maaf saya agak emosional.”

Ucapan Haikal ini seakan menggemakan keluhan Prabowo sendiri yang sebelumnya sudah disampaikan. Sehari sebelumnya, di Karawang, Presiden memang menyoroti perilaku sebagian elite.

Prabowo tampaknya gerah dengan sikap mereka yang menurutnya hanya fokus pada hujatan dan fitnah. Ia menyebut, saat atlet berjuang atau ada keberhasilan bangsa, yang muncul justru cibiran. “Nggak ada mereka menghargai usaha pemerintah,” ucapnya.

“Ada elite kita sebagian yang kerjanya hanya ngejek, hujat, fitnah, nyinyir, nggak ada keberhasilan bangsa Indonesia, atlet-atlet kita berjuang, nggak ada mereka ucapan selamat, nggak ada mereka menghargai usaha pemerintah, malah selalu ngenyek, ini aneh ya, aneh ini kesehatan jiwa mereka itu agak aneh.”

Ia mengaku bingung. Namun begitu, Prabowo memilih untuk tak terlalu ambil pusing. Menurutnya, mungkin saja mereka hanya pintar di dunia maya. Bahkan, ada sedikit nada curiga dalam ucapannya.

“Saya sendiri bingung, tapi biarlah,” katanya. “Nggak ada urusan itu. Saya kira sedikit mereka itu. Mereka pintarnya hanya di sosial media, nggak jelas juga itu. Jangan-jangan mereka dibayar.”

Jadi begitulah. Di satu sisi, ada pengakuan dari dalam internal tentang pribadi presiden yang religius. Di sisi lain, ada kegelisahan sang pemimpin sendiri terhadap opini-opini yang ia anggap tidak fair. Suasana yang cukup menggambarkan dinamika politik saat ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar