Suasana di depan Istana Jakarta kembali memanas hari ini. Massa buruh yang tergabung dalam KSPI dan Partai Buruh turun ke jalan, menolak penetapan UMP DKI untuk tahun 2026. Aksi ini adalah kelanjutan dari protes mereka sebelumnya. Menghadapi hal itu, aparat tak tinggal diam. Sebanyak 1.659 personel gabungan disiagakan di lokasi untuk mengawal jalannya demonstrasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, menegaskan bahwa kehadiran mereka semata-mata untuk melayani.
Reynold menerangkan, tugas utama mereka adalah menjamin hak konstitusional warga untuk beraspirasi secara damai. Karena itu, seluruh personel tak dibekali senjata api. Pendekatan yang diusung pun humanis dan profesional.
Di sisi lain, dia juga mengimbau keras. Para orator dan peserta aksi diminta menjaga ketertiban. Tindakan anarkis seperti membakar ban atau merusak fasilitas umum harus dihindari. Masyarakat sekitar Monas pun diingatkan agar tidak mudah terpancing provokasi yang mungkin terjadi.
Lalu lintas pasti akan terdampak. Reynold mengimbau pengendara yang melintas untuk mencari jalur alternatif. Pengaturan lalu lintas nantinya akan bersifat situasional, menyesuaikan dengan eskalasi massa di lapangan.
Artikel Terkait
Tong... Tong... di Tengah Malam: Alarm Komunitas untuk Pedagang yang Bangun Sebelum Fajar
K3 Nasional 2026: Ekosistem Profesional hingga Inovasi Digital Jadi Fokus
KPK Jerat Yaqut Cholil Qoumas, Kuota Haji 2024 Diduga Dikorupsi
Angkot Ugal-ugalan di Bogor Diamankan, Sopirnya Masih Buron