Mapolres Tangerang Selatan pagi itu tampak berbeda. Di bawah langit Selasa, 6 Januari 2026, upacara yang penuh makna digelar untuk melepas seorang pemimpin dan menyambut yang baru. Tongkat komando Polres Tangsel resmi berpindah dari AKBP Victor Inkiriwang ke AKBP Boy Jumalolo.
Suasana haru memang tak terhindarkan dalam tradisi farewell and welcome parade itu. Sorot mata para personel yang hadir seakan bercerita tentang perjalanan hampir satu setengah tahun bersama sang komandan lama.
Victor, lulusan Akpol 2005 yang memimpin sejak Agustus 2024, tak bisa menyembunyikan gejolak perasaannya. Saat memberikan salam perpisahan, pria yang akan menjabat Kabag Binkar Biro SDM Polda Metro Jaya itu menyampaikan terima kasih yang mendalam.
"Tanpa kontribusi rekan-rekan, saya tidak mungkin sampai pada titik ini. Saya mohon doa restu untuk tugas baru di Polda Metro Jaya. Pesan saya hanya satu: jaga kerukunan, jaga kebaikan, dan jaga kebahagiaan dalam melayani,"
Ucapannya singkat, tapi sarat makna. Selama memimpin, pria ini memang meninggalkan jejak yang cukup berarti. Sejumlah kasus besar berhasil diungkap, mulai dari pembunuhan, pencabulan anak, sampai upaya penyelundupan benih lobster. Namun, mungkin yang paling diingat adalah program CETAR-nya. Program Cegah Tawuran itu bahkan diganjar penghargaan dari Gubernur Banten, Andra Soni, berkat keberhasilannya menekan angka tawuran.
Di sisi lain, penyambutan untuk pemimpin baru, AKBP Boy Jumalolo, berlangsung khidmat. Dia disambut dengan tradisi Palang Pintu, lalu dilanjutkan upacara Pedang Pora sebuah simbol penghormatan tertinggi dari seluruh jajaran. Ritual ini bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan komitmen untuk menjaga wilayah hukum Tangsel.
Agenda kemudian berlanjut ke Aula Guyub untuk laporan kesatuan. Di sini, penyerahan memori sertijab terasa lebih dari sekadar urusan administrasi. Ia adalah estafet tanggung jawab yang nyata.
Dalam amanat pertamanya, Boy Jumalolo menyatakan kebanggaannya bisa bergabung dengan keluarga besar Polres Tangsel. Mantan pejabat di lingkungan Polri itu langsung menekankan pentingnya melanjutkan warisan positif yang sudah dibangun.
"Situasi kamtibmas yang kondusif dan pelayanan prima adalah buah dari kerja keras seluruh personel. Tugas kita sekarang adalah menjaga soliditas tersebut dan terus meningkatkan profesionalisme agar Polri semakin dipercaya masyarakat,"
tegasnya di lapangan apel.
Menariknya, acara pelepasan melalui gerbang pora dan payung pora ini dihadiri oleh beragam elemen masyarakat. Bukan cuma internal Polri. Tampak perwakilan Pokdarkamtibmas, Saka Bhayangkara, sejumlah ormas, komunitas ojol kamtibmas, sampai mahasiswa. Kehadiran mereka seperti bukti nyata bahwa sinergi yang dijalin Polres Tangsel selama ini benar-benar hidup. Kedekatan dengan warga bukan isapan jempol belaka.
Kini, dengan nakhoda baru, harapan masyarakat Tangsel pun mengalir. Mereka berharap Polres Tangsel tetap bisa "berkibar" sebagai pengayom yang humanis, tapi juga tegas dalam menegakkan ketertiban. Perjalanan baru pun dimulai.
Artikel Terkait
Tukang Ojek Dilaporkan ke Polisi Usai Kecelakaan Fatal di Jalan Rusak Pandeglang
Piche Kota Bantah Tuduhan Pemerkosaan, Siap Ikuti Proses Hukum
ICC Mulai Sidang Praperadilan Krusial untuk Duterte Terkait Kampanye Anti-Narkoba
Pemerintah Tegaskan Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal