Merespons kritik yang bermunculan, Saar berusaha meluruskan. Pengakuan terhadap Somaliland, katanya, sama sekali bukan tindakan yang dimaksudkan untuk melawan pihak manapun.
"Hanya Israel yang akan menentukan sendiri siapa yang diakuinya," tegasnya.
Sementara dari kubu Somaliland, pernyataan resmi dari kantor presiden menyebut Israel telah mengambil keputusan berani. Mereka berjanji akan bekerja sama demi kepentingan strategis bersama.
Ada satu informasi menarik dari Saar. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Abdullahi telah menerima undangan dari PM Benjamin Netanyahu untuk berkunjung ke Israel. Meski begitu, pihak Somaliland sendiri belum mengonfirmasi kabar ini. Situasinya jadi agak menggantung.
Sejujurnya, pengakuan Israel bulan lalu itu memang mengejutkan banyak kalangan. Netanyahu dengan tegas menyatakan Somaliland adalah negara merdeka dan berdaulat.
Akibatnya, kecaman internasional pun berdatangan. Bahkan sampai memicu pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Negara-negara seperti China dan Turki termasuk yang paling vokal mengkritik. Uni Afrika juga ikut bersuara. Tak ketinggalan, Uni Eropa menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah Somalia harus dihormati oleh semua pihak.
Artikel Terkait
Polisi Bantu Pengemudi Lansia Ganti Ban Pecah di Jalur Contraflow Tol Dalam Kota
Eddy Soeparno Bawa Bantuan Tepat Sasaran untuk Fase Pemulihan Agam
Truk Sampah Nyangkut di Busway, Lalu Lintas MT Haryono Lumpuh Berjam-jam
Mengurai Jawasentris: Zonasi AHWA untuk NU yang Lebih Indonesia