Retret Kabinet Prabowo Dinilai Tepat, Tapi Jangan Cuma Jadi Monolog

- Rabu, 07 Januari 2026 | 07:50 WIB
Retret Kabinet Prabowo Dinilai Tepat, Tapi Jangan Cuma Jadi Monolog

Retret kabinet kedua yang digelar Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah yang tepat. Hal ini disampaikan oleh Deddy Sitorus, anggota Komisi II DPR yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP. Menurutnya, forum semacam ini sangat krusial untuk menyelaraskan langkah kabinet yang jumlahnya begitu besar.

"Saya kira baik saja," ujar Deddy kepada awak media, Rabu (7/1/2026).

Dia melanjutkan, dengan jumlah kementerian dan lembaga yang seabrek sekarang, ruang strategis seperti retret memang dibutuhkan. "Ini bisa jadi ajang untuk memperkuat koordinasi sekaligus efektivitas kerja," katanya.

Deddy melihat ada perbedaan mencolok antara retret dan rapat kabinet biasa. Rapat paripurna cenderung formal dan kaku, sehingga pembahasan detail seringkali terhambat. Sebaliknya, suasana retret yang lebih cair memungkinkan interaksi yang lebih intens dan mendalam antara presiden dengan para menterinya.

"Mungkin suasana informal dalam retreat memungkinkan Presiden hands on dengan isu-isu prioritas di setiap kementerian dan lembaga," sambungnya.

Namun begitu, Deddy memberi catatan. Retret jangan sampai jadi monolog satu arah dari atasan. Dia menekankan, ruang diskusi yang substantif harus benar-benar terbuka. Sebab, selama ini ada sejumlah masalah yang mengemuka.

"Kami mengamati ada banyak hal dari sisi kebijakan dan pelaksanaan yang tidak sinkron, lamban dan tidak terorkestrasi dengan baik di kabinet," ujarnya.

Dia memberi contoh, penanganan bencana di Sumatera dan beberapa isu penting lain memperlihatkan ketidapaduan itu. Karena itulah, retret kedua ini dinanti bisa jadi momentum perbaikan.

Harapannya, Prabowo bisa memberi arahan yang lebih rinci. Di sisi lain, para menteri juga mendapat kesempatan menyampaikan kendala di lapangan secara langsung, tanpa sekat birokrasi yang berbelit.

"Kita menunggu bagaimana retreat ini membuat kabinet dapat bergerak lebih padu dan minim blunder," imbuh Deddy. "Bagaimanapun, harapan rakyat kan sederhana: pemerintah bekerja efektif."

Retret tersebut digelar di Hambalang, Bogor, sejak Selasa (6/1). Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa agenda utamanya adalah evaluasi kinerja setahun pemerintahan Prabowo-Gibran dan penyusunan program ke depan.

"Jadi makna retret bagi pemerintah, terutama bagi beliau sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan kan adalah, yang pertama tentunya memberikan pengarahan kepada kita semua, jajaran kabinet," kata Prasetyo di lokasi.

"Dan tentunya diawali dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh program, kinerja pemerintah selama satu tahun masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka," katanya menutup penjelasan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar