Wacana mengembalikan sistem pemilihan kepala daerah secara tidak langsung lewat DPRD kembali mencuat. Kali ini, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, yang angkat bicara. Ia punya pandangan yang cukup tegas soal ini.
Bagi Idrus, usulan ini bukan sekadar permainan politik atau upaya pragmatis menghemat biaya. Ia menempatkannya pada ranah yang lebih mendasar.
"Mengembalikan pemilihan tidak langsung bukan soal pragmatisme kekuasaan. Ini adalah soal ideologi negara dan falsafah bangsa bagaimana kedaulatan rakyat dijalankan melalui permusyawaratan dan perwakilan, sebagaimana dirumuskan para pendiri bangsa,"
Demikian penjelasannya dalam sebuah keterangan tertulis, Selasa lalu. Intinya, ia melihat sistem perwakilan itu sebagai jantung dari demokrasi ala Indonesia.
Di sisi lain, Idrus meyakini bahwa model pemilihan tak langsung punya nilai lebih. Menurutnya, sistem seperti itu berpotensi melahirkan kepemimpinan daerah yang lebih stabil. Kepemimpinan yang tak hanya populer, tetapi juga dianggap punya kapasitas memadai.
"Pertanyaannya bukan lagi langsung atau tidak langsung," ujarnya.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Desak Kasus Penyiraman Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum
Polda Metro Jaya Gelar Latihan Taktis Sispamkota untuk Antisipasi Gangguan Keamanan
Polisi Selidiki Dugaan TPPO di Balik Pernikahan Palsu dan Rencana Perjalanan ke Kamboja di Malang
Pemkab Purwakarta Perketat Izin Hajatan Pasca Ayah Tewas Dikeroyok di Pesta Anaknya