Idrus Marham Angkat Bicara: Pilkada Tak Bukan Cuma Soal Biaya, Tapi Jati Diri Bangsa

- Selasa, 06 Januari 2026 | 20:55 WIB
Idrus Marham Angkat Bicara: Pilkada Tak Bukan Cuma Soal Biaya, Tapi Jati Diri Bangsa

Wacana mengembalikan sistem pemilihan kepala daerah secara tidak langsung lewat DPRD kembali mencuat. Kali ini, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, yang angkat bicara. Ia punya pandangan yang cukup tegas soal ini.

Bagi Idrus, usulan ini bukan sekadar permainan politik atau upaya pragmatis menghemat biaya. Ia menempatkannya pada ranah yang lebih mendasar.

"Mengembalikan pemilihan tidak langsung bukan soal pragmatisme kekuasaan. Ini adalah soal ideologi negara dan falsafah bangsa bagaimana kedaulatan rakyat dijalankan melalui permusyawaratan dan perwakilan, sebagaimana dirumuskan para pendiri bangsa,"

Demikian penjelasannya dalam sebuah keterangan tertulis, Selasa lalu. Intinya, ia melihat sistem perwakilan itu sebagai jantung dari demokrasi ala Indonesia.

Di sisi lain, Idrus meyakini bahwa model pemilihan tak langsung punya nilai lebih. Menurutnya, sistem seperti itu berpotensi melahirkan kepemimpinan daerah yang lebih stabil. Kepemimpinan yang tak hanya populer, tetapi juga dianggap punya kapasitas memadai.

"Pertanyaannya bukan lagi langsung atau tidak langsung," ujarnya.

"Pertanyaan dasarnya adalah: sistem pemilihan kepala daerah seperti apa yang paling sesuai dengan jati diri bangsa, Ideologi dan demokrasi Pancasila?"

Namun begitu, Idrus tak menampik bahwa wacana ini perlu pembahasan yang sangat matang. Ia menegaskan, penentuan sistem pilkada ke depan haruslah selaras dengan karakter bangsa. Pernyataan tentang tingginya biaya pilkada langsung, katanya, jangan cuma dilihat permukaan.

"Itu hanyalah pintu masuk," jelas Idrus.

"Untuk mengajak kita semua bertanya lebih jauh: sistem pemilihan kepala daerah seperti apa yang paling sesuai dengan karakter, ideologi, falsafah dan kepribadian bangsa Indonesia?"

Usulan kontroversial ini sendiri muncul setelah Rapimnas Partai Golkar. Salah satu keputusan yang dihasilkan memang membahas kemungkinan pilkada melalui DPRD, plus wacana koalisi permanen. Jadi, diskusi tampaknya masih akan panjang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar