Malam itu di Lampu Merah Caman, Jalan KH Noer Ali, suasana macet sudah biasa. Tapi yang dilakukan seorang pengemudi Avanza berinisial HA (38) benar-benar bikin warga geram. Dia nekat berkendara melawan arus.
Beberapa orang langsung menegurnya. Bukannya berhenti, malah makin menjadi. Avanza itu bahkan menabrak sepeda motor yang dikendarai Eman Jaenal, yang saat itu hendak belok ke Jatibening.
Nah, di sinilah kekacauan dimulai. Alih-alih turun dan menyelesaikan masalah, si pengemudi malah memilih kabur. Parahnya, motor korban tersangkut di kolong mobilnya dan terseret. Percikan api terlihat dari bawah mobil saat ia melaju nekat.
Warga yang melihat tentu saja tak terima. Mereka langsung mengejar Avanza warna putih itu.
“Setelah kejadian, kendaraan minibus Toyota Avanza B-1241-HZH meninggalkan lokasi kejadian, sehingga warga sekitar lokasi kejadian mengejar hingga berhenti di Global Prestasi School,” jelas Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Iswahyudi, pada Selasa (6/1).
Di sekolah itulah, kemarahan massa akhirnya meledak. Mobil itu dihancurkan, sementara sang pengemudi tak luput dari amukan.
“Kemudian Avanza B-1241-HZH hancur diamuk massa beserta pengemudinya dihakimi massa sekitar,” tambah Iswahyudi.
Eman Jaenal, sang pemotor, dilaporkan mengalami luka-luka akibat tabrakan itu. Sementara HA, si pengemudi, juga terluka setelah dihakimi warga yang murka.
Kejadian Senin (3/1) malam itu kini ramai diperbincangkan. Videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat jelas awal mula Avanza itu melawan arus, memicu teguran, sebelum akhirnya menabrak dan kabur dengan motor terseret di belakangnya.
Sebuah aksi nekat yang berakhir ricuh. Dan seperti biasa, tangan warga yang geram seringkali lebih cepat dari proses hukum yang semestinya.
Artikel Terkait
Kebakaran di Kemayoran Hanguskan 250 Rumah, Tiga Warga Luka-Luka
Ketua BKSAP DPR Nilai Penyelenggaraan Haji 2026 Meningkat Signifikan, Catat Sejumlah Masalah Teknis
Dino Patti Djalal Beri Lima Rekomendasi ke Prabowo untuk Kurangi Perjalanan ke Luar Negeri Demi Efisiensi Anggaran
Kebakaran Hebat di Kemayoran Hanguskan 250 Rumah, 620 Jiwa Mengungsi