Dari Caracas, Duta Besar RI untuk Venezuela, Fikry Cassidy, akhirnya memberikan penjelasan mengenai situasi terkini di negara itu. Pasca aksi militer Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro, ia melihat ada tanda-tanda perbaikan. Kabar ini tentu melegakan.
Hal pertama yang ditekankan Dubes Fikry adalah soal keselamatan Warga Negara Indonesia. Ia memastikan semua WNI dan aset-aset perwakilan kita di sana dalam kondisi aman. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk saat ini.
"Kondisi WNI, aset KBRI semua dalam keadaan aman saat ini," kata Fikry kepada detikcom, Senin lalu.
Ia menambahkan, "KBRI terus berkomunikasi dengan WNI melalui jaringan komunikasi yang masih berfungsi normal saat ini."
Namun begitu, pihaknya tak tinggal diam. Menghadapi ketidakpastian, rencana cadangan sudah disusun matang untuk berbagai skenario yang mungkin terjadi. Mereka tak mau ambil risiko.
"KBRI sudah melakukan sosialisasi "contigency plan" berdasarkan skenario yang mungkin terjadi," imbuh Fikry. "Kami juga telah memberikan "advice" langkah-langkah yang perlu dilakukan para WNI apabila skenario tersebut terjadi."
Lalu, bagaimana suasana kota Caracas sendiri? Menurut penuturan Dubes, situasi sempat sangat mencekam. Sabtu lalu, kota itu terasa lebih sunyi dari hari-hari biasa. Hampir semua aktivitas publik terhenti.
"Per hari Sabtu pascapenyerangan AS, situasi kota Caracas lebih sepi dari biasanya," ujarnya mendeskripsikan.
Pusat perbelanjaan tutup. Pom bensin mengunci pintu. Supermarket dan angkutan umum juga tak beroperasi. Hanya beberapa toko swalayan 24 jam yang masih berani buka. Di beberapa area, listrik dan air pun padam. Warga memilih untuk berdiam di rumah, menunggu situasi menjadi jelas.
Meski demikian, dari balik ketegangan itu, Fikry Cassidy menangkap secercah harapan. Ia menyebut kondisi di Venezuela mulai menunjukkan perbaikan. Sebuah perkembangan yang dinantikan banyak pihak.
Artikel Terkait
Ibu Rumah Tangga di Takalar Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Perampokan dan Penganiayaan
Mensos Gus Ipul Wajibkan SOP Seragam di Seluruh Sekolah Rakyat
KPK Ungkap Modus ‘Politik Outsourcing’ Bupati Pekalongan Nonaktif untuk Kendalikan Suara Pilkada
Tim Produksi Film Dokumenter Pesta Babi Akhirnya Buka Suara Usai Dilaporkan Tokoh Adat Papua ke Polisi