Amerika Latin Terbelah
Reaksi di kawasan Amerika Latin pun terpecah, mencerminkan peta politik yang memang sudah retak. Sejumlah negara sekutu AS menyambut baik penangkapan Maduro. Tapi banyak lainnya justru mengutuk.
Seperti dilaporkan Associated Press, Kolombia, Brasil, Meksiko, Uruguay, dan Kuba termasuk yang mengecam serangan itu. Mereka mendesak PBB turun tangan mencari solusi damai.
Namun, Argentina, Paraguay, dan Ekuador justru memuji langkah AS tersebut. Sementara Panama menyatakan dukungannya untuk oposisi Venezuela, yang diyakini banyak pihak memenangkan pemilu 2024. Guatemala, di tengah keributan ini, hanya menyerukan lebih banyak dialog.
Keprihatinan dari Markas PBB
Sementara keributan diplomatik berlangsung, Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam. Juru bicaranya, Stephane Dujarric, mengatakan sang Sekjen 'sangat prihatin' dengan aksi militer AS tersebut.
Guterres dikhawatirkan dengan dampak gelombang kejutnya terhadap kawasan. Ia menegaskan semua pihak harus menghormati hukum internasional.
Di Venezuela sendiri, kekosongan kekuasaan langsung diisi. Mahkamah Agung setempat menunjuk Wakil Presiden Delcy Eloina Rodriguez Gomez sebagai Presiden interim. Tugasnya: menjamin kesinambungan administrasi negara dan memimpin pertahanan menghadapi apa yang mereka sebut 'agresi asing'. Keputusan ini, menurut AFP, didasarkan pada konstitusi negara menyusul ketidakhadiran sementara Maduro.
Artikel Terkait
Densus 88 Ungkap Jebakan True Crime Online yang Jerat 70 Anak di Indonesia
Prabowo Tantang Keraguan: Swasembada Pangan Bukan Mimpi, Tapi Kenyataan Tiap Tahun
KPK Ungkap Progres Penyidikan Kasus Kuota Haji Tambahan
Dari Lahan Polda Riau, Lahir Tabung Harmoni Hijau untuk Ketahanan Pangan dan Lingkungan