Operasi Penangkapan yang Menggemparkan
Penangkapan Maduro bukanlah kejadian biasa. Ini terjadi Sabtu (3/1) dini hari, diawali serangan mendadak pasukan AS di beberapa titik. Setelah itu, Maduro dan istrinya langsung dibawa keluar dari Venezuela.
Bagi Washington, Maduro adalah pemimpin yang tidak sah. Pemerintahan Trump sudah berbulan-bulan memberi tekanan, dan operasi ini seperti jadi puncaknya. Trump sendiri kerap menuduh Maduro menyerahkan kekuasaan pada kartel narkoba, bahkan menyebutnya bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS akibat obat-obatan terlarang.
Namun begitu, aksi spektakuler AS ini bukannya tanpa kritik. Banyak pemimpin dunia yang ikut menyuarakan kecaman.
Konflik ini sebenarnya sudah memanas sejak lama. Catat saja, sejak September 2025, pasukan AS disebut telah menewaskan lebih dari 100 orang dalam puluhan serangan. Sasaran mereka adalah kapal-kapal di perairan Karibia dan Pasifik yang diduga menyelundupkan narkoba dari Venezuela. Banyak pengamat hukum internasional yang berpendapat, serangan-serangan semacam ini berisiko melanggar hukum, baik nasional AS maupun perjanjian internasional.
Sekarang, bola ada di pihak Amerika. Sementara di Caracas, tuntutan untuk membawa pulang sang presiden terus bergema.
Artikel Terkait
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,86 Juta per Gram, Harga Buyback Turun Rp42 Ribu