Arus balik akhir tahun 2025 terlihat konsisten, meski tak ada lonjakan drastis seperti dulu-dulu. Pola pergerakannya tahun ini lebih moderat, dengan distribusi perjalanan yang cenderung merata sepanjang masa libur Nataru. Angkanya memang naik, tapi perlahan.
Menurut Direktur Keuangan ASDP, Bunga Herlina Oktaviyanti, karakteristik libur Nataru kali ini memang beda. Salah satu penyebab utamanya? Jaraknya yang terlalu mepet dengan bulan Ramadhan. Hal ini jelas mempengaruhi rencana perjalanan banyak orang.
"Jumlah pengguna jasa pada periode ini relatif tidak terlalu signifikan. Selain karena jarak libur yang berdekatan dengan Ramadhan dan libur sekolah di bulan puasa, masyarakat juga mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem, sehingga sebagian memilih menunda perjalanan dan fokus pada mudik Lebaran,"
Begitu penjelasannya dalam rilis tertulis, Minggu (4/1).
Kalau dirunut secara kumulatif, dari H-10 sampai H 9, penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa lewat Bakauheni naik tipis 1 persen. Jumlahnya dari 641.521 orang jadi 647.898 orang. Untuk kendaraan, kenaikannya lebih jelas, yaitu 4,2 persen (dari 155.148 unit ke 161.695 unit). Kenaikan ini setidaknya menunjukkan roda mobilitas dan logistik tetap berputar, meski iramanya tak terlalu cepat.
Di sisi lain, ada faktor eksternal yang turut membentuk pola ini. General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyoroti hal itu.
"Terjadinya bencana di beberapa wilayah Sumatera juga menjadi pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan, sehingga pergerakan menjadi lebih selektif,"
ujarnya.
Menyadari periode Nataru yang berdekatan dengan Ramadhan, ASDP pun sudah menyiapkan sejumlah langkah. Fokusnya adalah menguatkan kesiapan layanan untuk puncak arus mudik nanti.
"Secara operasional kami selalu siap, bahkan di hari biasa. Namun menjelang Lebaran, penguatan dilakukan melalui ramp check, memastikan kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, penambahan trip, serta optimalisasi pelabuhan alternatif,"
tambah Partogi.
Intinya, keselamatan dan kenyamanan penumpang jadi prioritas bersama seluruh pemangku kepentingan. Periode Nataru ini juga dipakai sebagai bahan evaluasi berharga untuk menyambut Angkutan Lebaran 2026.
Nah, memasuki H 9 atau Sabtu (3/1), gelombang arus balik mulai terasa menguat. Data Posko Bakauheni mencatat, dalam 24 jam ada 106 trip kapal yang beroperasi.
Total penumpang yang menyeberang lewat tiga pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 40.131 orang. Angka ini naik 11,5 persen dari tahun sebelumnya. Semua jenis kendaraan juga mengalami kenaikan, mulai dari roda dua yang melonjak 41,1 persen, hingga bus yang naik 25,6 persen. Trennya jelas: arus memang masih ada, dan bahkan meningkat, meski dengan pertimbangan yang lebih matang dari para pemudik.
Artikel Terkait
Harga Daging Sapi Tembus Rp150.000 per Kg di Pasar Kebayoran Saat Ramadan
Stasiun Depok Baru Dinilai Tidak Aksesibel, Warga Keluhkan Ketiadaan Lift untuk Pindah Peron
Konami Umumkan Castlevania: Belmonts Curse, Rilis 2026 untuk Rayakan 40 Tahun Warisan
Mantan Pacar dan Suami Cekik Korban hingga Mobil Rp 180 Juta Dicuri di Tol Karang Tengah