Namun begitu, proses identifikasi awal tampaknya telah menunjukkan kecocokan. Data dari keluarga korban dibandingkan dengan temuan di lapangan.
“Kabiddokkes menyampaikan bahwa identifikasi korban dengan mencocokkan data AM dan PM, baik primer maupun sekunder sudah sesuai dengan protokol DVI interpol,” sambung Henry.
Di sisi lain, operasi SAR belum berhenti. Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, menegaskan seluruh upaya masih dikerahkan secara maksimal. Penyisiran laut dan patroli perairan terus dilakukan untuk mempercepat proses pencarian.
Rudi juga mengimbau masyarakat sekitar untuk turut membantu.
“Kami juga mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Padar dan perairan sekitarnya agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban atau bangkai kapal,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Trump Bebaskan Dua Kru Rusia, Moskow Ucapkan Terima Kasih
Polisi dan Istri Menyamar, Gagalkan Aborsi di Klinik Puncak
Gus Imron Tuding Islah di Tubuh PBNU Hanya Wacana Belaka
Wamen Dalam Negeri Sambangi Sekolah Rakyat, Serukan Semangat Belajar untuk Masa Depan Bangsa