Namun begitu, proses identifikasi awal tampaknya telah menunjukkan kecocokan. Data dari keluarga korban dibandingkan dengan temuan di lapangan.
“Kabiddokkes menyampaikan bahwa identifikasi korban dengan mencocokkan data AM dan PM, baik primer maupun sekunder sudah sesuai dengan protokol DVI interpol,” sambung Henry.
Di sisi lain, operasi SAR belum berhenti. Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, menegaskan seluruh upaya masih dikerahkan secara maksimal. Penyisiran laut dan patroli perairan terus dilakukan untuk mempercepat proses pencarian.
Rudi juga mengimbau masyarakat sekitar untuk turut membantu.
“Kami juga mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Padar dan perairan sekitarnya agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban atau bangkai kapal,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Cut Tari Siap Syuting Web Series Setelah Vakum 7 Tahun
Gubernur DKI Ancam Bongkar 185 Lapangan Padel Ilegal di Jakarta
Tes Urine Dadakan di Polres Metro Jakbar, Semua 77 Personel Dinyatakan Negatif Narkoba
Ibu di Surabaya Berjuang Temui Anak Diduga Diculik, Proses Hukum Masuk Tahap Penyidikan