Maduro Dibekuk AS Usai Rapat Rahasia dengan Diplomat China

- Minggu, 04 Januari 2026 | 13:00 WIB
Maduro Dibekuk AS Usai Rapat Rahasia dengan Diplomat China
Berita Terkini

Maduro Ditangkap AS Usai Temui Utusan China

Dalam sebuah peristiwa yang mengguncang, pasukan Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Penangkapan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Maduro selesai mengadakan pertemuan penting dengan utusan khusus dari China.

Pertemuan dengan diplomat China, Qiu Xiaoqi, itu sendiri berlangsung di Istana Miraflores, Caracas, pada hari Jumat lalu. Menurut laporan dari Anadolu Agency dan kantor berita Venezuela AVN, pertemuan tersebut digambarkan sebagai pertemuan yang "menyenangkan".

Maduro sendiri menyampaikan kabar pertemuan itu melalui akun Telegram-nya.

"Saya mengadakan pertemuan yang menyenangkan dengan Qiu Xiaoqi, Utusan Khusus Presiden Xi Jinping,"

Dalam pernyataannya, dia menekankan bahwa kedua negara kembali memperkuat komitmen kerja sama mereka. Bidangnya beragam. Yang paling utama, kata Maduro, adalah kesepakatan untuk menjaga perdamaian.

"Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap hubungan strategis yang berkembang dan menguat di berbagai bidang untuk membangun dunia multipolar yang penuh pembangunan dan perdamaian,"

Pembicaraan di istana itu konon membahas kemajuan lebih dari 600 proyek bersama yang masih berjalan. Tidak sendirian, Maduro ditemani oleh Wakil Presiden Delcy Rodriguez dan Menteri Luar Negeri Ivan Gil. Dari pihak China, selain Qiu Xiaoqi, hadir juga Duta Besar Lan Hu serta sejumlah pejabat senior kementerian luar negeri mereka.

Namun begitu, suasana kondusif itu berubah drastis dalam hitungan jam.

Pada dini hari Sabtu, gelombang serangan besar-besaran dilancarkan AS ke ibu kota Venezuela. Operasi militer itu berpuncak pada pengambilan paksa terhadap Maduro. Mantan Presiden AS Donald Trump kemudian mengklaim bahwa pasukannya telah membawa Maduro beserta istrinya ke wilayah Amerika Serikat.

Urutan kejadian yang begitu cepat ini dari pertemuan diplomatik tinggi ke penangkapan dramatis tentu meninggalkan banyak tanda tanya besar mengenai dinamika kekuatan global saat ini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar