Di sisi lain, Mahkamah Agung juga meminta semua pihak terkait mulai dari Rodriguez sendiri, Dewan Pertahanan Nasional, hingga pimpinan militer untuk terus di-update soal perkembangan terbaru. Langkah ini dianggap perlu guna menghadapi apa yang mereka sebut "agresi asing" dan melindungi kedaulatan Venezuela.
Semua ini berawal dari pengumuman mengejutkan Donald Trump. Mantan presiden AS itu mengklaim telah menangkap Maduro lewat sebuah operasi militer di Caracas. Maduro kemudian dibawa terbang ke Amerika dan kini berada dalam tahanan.
Latar belakangnya, AS memang telah lama memburu Maduro. Mereka menjadikannya buronan kasus narkoba dengan harga kepala mencapai Rp 815 miliar. Tuduhan itu sendiri selalu dibantah habis-habisan oleh Maduro dan pemerintahannya, yang menyebutnya sebagai fitnah politik belaka.
Sekarang, semua mata tertuju pada Delcy Rodriguez. Bagaimana dia akan memimpin negeri yang sedang bergejolak ini, sementara nasib presidennya yang sah masih digantungkan di negeri orang.
Artikel Terkait
Prabowo Dorong Terminal Khusus dan Kerja Sama Maskapai untuk Percepatan Haji
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global
Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
Novel Baswedan Desak Pembentukan TGPF Independen untuk Kasus Penyekatan Andrie Yunus