Dari ruangannya di Mar-a-Lago, Donald Trump mengaku menyaksikan langsung penangkapan Nicolás Maduro. Mantan Presiden AS itu menggambarkan momen itu bak sebuah tontonan televisi. Ia ditemani sejumlah jenderal militer saat operasi itu berlangsung.
"Saya diberitahu oleh orang-orang militer sungguhan bahwa tidak ada negara lain di dunia yang dapat melakukan manuver seperti itu," ujar Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News, yang kemudian dilansir CNN.
Ia menambahkan, "Jika Anda melihat apa yang terjadi, maksud saya, saya menontonnya secara harfiah, seperti sedang menonton acara televisi."
Menurut Trump, rakyat Venezuela sangat gembira dengan penangkapan itu. Alasannya? Mereka mencintai Amerika Serikat dan telah hidup di bawah kediktatoran Maduro. Trump juga mengungkapkan bahwa Maduro sempat mencoba bernegosiasi, namun ia menolaknya.
Selama liburan Natal dan Tahun Baru di Palm Beach, tepatnya di klub pribadinya, Trump mengklaim melihat detail operasi militer AS. Termasuk saat pasukan mendobrak pintu-pintu baja.
"Yah, kami mengamatinya dari sebuah ruangan. Kami punya ruangan, dan kami mengamatinya, dan kami mengamati setiap aspeknya," jelasnya. "Kami dikelilingi oleh banyak orang, termasuk para jenderal, dan mereka tahu semua yang terjadi. Dan itu sangat kompleks, sangat kompleks."
Ia melanjutkan dengan nada kagum, "Sungguh, mereka menerobos masuk, dan mereka menerobos ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak mungkin dimasuki, menerobos pintu baja yang dipasang di sana hanya untuk alasan ini, dan mereka dilumpuhkan dalam hitungan detik. Saya belum pernah melihat hal seperti itu."
Di sisi lain, Trump juga menyebut kesiapan kekuatan udara AS. Katanya, ada sejumlah besar pesawat, helikopter, hingga jet tempur yang siap siaga mendukung operasi tersebut.
Artikel Terkait
Pelatih Persis Solo Puji Debut Impresif Febri Hariyadi
Banjir Rendam Enam Desa di Bima Akibat Hujan Dua Hari Berturut-turut
Warga Bener Meriah Tewas Diduga Diinjak Gajah Sumatra di Kebun Jagung
Formasi Desak Relaksasi Regulasi dan Penindakan Rokok Ilegal untuk Dongkrak Penerimaan Negara