Menurut keterangan jaksa setempat, temuan awal menunjukkan api kemungkinan besar bermula dari lilin kembang api yang diangkat terlalu tinggi. Bar yang menjadi lokasi kejadian terletak di ruang bawah tanah resort ski mewah itu, dengan langit-langit rendah yang justru dilapisi busa peredam suara bahan yang mudah sekali terbakar.
Kesaksian para korban selamat dan rekaman video yang beredar beberapa bahkan sempat muncul di internet memperkuat dugaan ini. Dalam video dan foto yang beredar, terlihat kembang api yang ditancapkan di mulut botol sampanye, diacungkan para pengunjung dalam euforia pesta. Posisinya terlalu dekat dengan langit-langit.
Jadi, gabungan antara bahan dekorasi yang mudah terbakar, langit-langit yang rendah, dan sumber api yang tidak waspada, menciptakan sebuah kombinasi yang fatal. Sebuah momen sukacita berubah menjadi bencana dalam sekejap di tengah gemerlap Pegunungan Alpen.
Artikel Terkait
Hino Perkenalkan Truk Pemadam Kebakaran Berbasis Sasis 300 Series di GIICOMVEC 2026
Baznas Gelar Turnamen Padel untuk Kumpulkan Dana Bencana Sumatera
Dua Perempuan Diamankan Polisi Diduga Lakukan Sumpah dengan Menginjak Al-Quran
Barcelona Hadapi Espanyol dalam Derby Catalunya, Usai Tekuk di Liga Champions