Menurut keterangan jaksa setempat, temuan awal menunjukkan api kemungkinan besar bermula dari lilin kembang api yang diangkat terlalu tinggi. Bar yang menjadi lokasi kejadian terletak di ruang bawah tanah resort ski mewah itu, dengan langit-langit rendah yang justru dilapisi busa peredam suara bahan yang mudah sekali terbakar.
Kesaksian para korban selamat dan rekaman video yang beredar beberapa bahkan sempat muncul di internet memperkuat dugaan ini. Dalam video dan foto yang beredar, terlihat kembang api yang ditancapkan di mulut botol sampanye, diacungkan para pengunjung dalam euforia pesta. Posisinya terlalu dekat dengan langit-langit.
Jadi, gabungan antara bahan dekorasi yang mudah terbakar, langit-langit yang rendah, dan sumber api yang tidak waspada, menciptakan sebuah kombinasi yang fatal. Sebuah momen sukacita berubah menjadi bencana dalam sekejap di tengah gemerlap Pegunungan Alpen.
Artikel Terkait
Bambang Soesatyo: Tahun 2026, Pemerintah Harus Lebih Cermat Tangkap Gelombang Kritik Publik
Pikap Tak Terkendali di Cileungsi, Tabrak Motor dan Gulingkan Angkot
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Akhirnya Dibongkar Pekan Depan
Warga Cigudeg Kepung Mobil Hitam, Pelaku Pemerasan Berkedok Polisi