Suasana di sebuah rumah di Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendadak ricuh Jumat pagi lalu. Jeritan histeris memecah kesunyian. Seorang tetangga, Aryuni Wulan Febri (51), awalnya mengira itu cuma pertengkaran biasa. Ternyata, teriakan itu adalah jeritan kepanikan anak kedua korban, Khadafi, yang baru pulang kerja dan menemukan pemandangan mengerikan di dalam rumah.
"Iya, teriak histeris, teriak-teriak gitu, makanya saya pikir kan berantem," kenang Wulan saat ditemui di kediamannya, Sabtu (3/1).
Begitu keluar rumah, dia disambut Khadafi yang panik. Wulan mencoba menggambarkan mencekamnya saat itu.
"(Teriak) 'Ibu, ibu' gitu, pokoknya teriak-teriak. Terus pas saya keluar, saya tanya, 'Kenapa?'. 'Ibu saya keracunan tolong, ibu tolong, tolong' gitu. 'Kenapa sih?' ibu masuk dulu lihat, gitu kan. Begitu saya lihat udah posisi tergeletak semua, jadi kan saya takut," ujarnya.
Di dalam rumah, tiga anggota keluarga telah jadi korban. Mereka adalah sang ibu, Siti Solihah (50), bersama anak pertamanya Afiah Al Adilah Jamaludin (28), dan anak keempat, Adnan Al Abrar Jamaludin yang masih 14 tahun. Sebuah tragedi yang menyisakan duka mendalam.
Anak ketiga, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), masih beruntung. Ia ditemukan selamat dan kini masih berjuang di ruang perawatan intensif sebuah rumah sakit.
Artikel Terkait
Megawati Hentikan Pesta HUT PDIP untuk Doakan Korban Bencana Sumatera
Tito Karnavian Keroyok Lumpur dan APBD untuk Pacu Pemulihan Bencana Sumatra
Tiang Listrik Jakarta: Dari Iklan Sedot WC hingga Kentongan Patroli Malam
Nenek Pencuri Baju di Tanah Abang Akhirnya Bayar Rp 1,2 Juta Setelah Mediasi