Serangan AS ini, menurut Rodriguez, sudah memakan korban. Bukan sedikit. Dia menyebut para pejabat, anggota militer, dan warga sipil menjadi korban. Meski begitu, angka pastinya belum dia sebutkan. Kerusakan tampaknya juga tak hanya terpusat di ibu kota.
Menurut saksi mata dan laporan media lokal seperti Efecto Cocuyo, ledakan-ledakan keras juga terdengar di La Guaira, wilayah pesisir utara Caracas. Bahkan sampai ke area Higuerote di negara bagian Miranda. Serangan ini terasa menyebar.
Pemerintahan Maduro yang kini diwakili Rodriguez tanpa ragu mengecam aksi AS tersebut. Mereka menyebutnya sebagai "agresi militer yang sangat serius dan berat". Serangan dikabarkan menghantam tidak cuma Caracas, tapi juga wilayah-wilayah lain seperti Miranda, Aragua, dan La Guaira. Situasinya benar-benar kacau.
Sekarang, semua mata tertuju pada Washington. Akankah mereka memberikan bukti yang diminta, atau justru membiarkan ketidakpastian ini terus mencekam Venezuela? Pertanyaannya menggantung, sama seperti nasib Maduro dan istrinya yang masih gelap.
Artikel Terkait
Estafet Tongkat Komando di Polres Tangsel: Victor Inkiriwang Pamit, Boy Jumalolo Sambut Tugas Baru
Gempa Kuat di Filipina, BMKG Tegaskan Indonesia Aman dari Ancaman Tsunami
Warga Gugat UU Lalu Lintas, Minta Aturan Merokok Saat Nyetir Dipertegas
Richard Lee Penuhi Panggilan Polisi, Status Tersangka Kini Menyusul Doktif