Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera belum lama ini memang luar biasa. Banjir bandang tak cuma menerjang satu dua wilayah, tapi meluas ke 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerusakannya beragam, kompleks, dan butuh penanganan serius. Nah, melihat situasi itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman punya usulan. Ia mendorong pemerintah untuk membentuk sebuah badan khusus.
Menurut Alex, pengalaman Indonesia menangani bencana seperti tsunami, gempa, atau tanah longsor memang sudah ada. Tapi, ada yang berbeda kali ini.
"Kita punya pengalaman dalam menangani dampak tsunami Aceh-Nias tahun 2004. Kita juga punya pengalaman menangani gempa, likuifaksi, banjir atau longsor," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/1/2026).
"Namun, banjir dan longsor disertai masifnya kerusakan lingkungan, kita tak pernah mengalaminya. Karenanya, kehadiran badan khusus ini sangat diperlukan," tegas politisi PDIP itu.
Usulan ini bukan muncul dari ruang hampa. Alex menyampaikannya sebagai respons atas keputusan Presiden Prabowo yang menyetujui pembentukan Satgas Kuala. Satgas itu diusulkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam sebuah rapat terbatas di hunian sementara korban bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Tugas utamanya? Mengeruk sungai-sungai yang dangkal oleh lumpur dan mengolah air kotor jadi bersih.
Namun begitu, Alex merasa langkah itu belum cukup. Ia mendorong agar satgas tersebut ditingkatkan statusnya.
"Kami menilai, Satgas ini layak ditingkatkan statusnya jadi badan khusus. Jadi, tugasnya tak sekadar mengeruk sungai, tapi menangani dampak bencana secara lebih komprehensif," jelasnya.
Dengan badan khusus, kendala teknis soal kewenangan dan koordinasi diharapkan bisa diatasi. Apalagi, kata Alex, ancamannya belum berakhir. BMKG memperkirakan curah hujan tinggi masih akan berlanjut hingga Maret 2025. Artinya, bencana berpotensi berlangsung lebih panjang.
Artikel Terkait
Trump Klaim AS Akan Ambil Kendali Venezuela Usai Penangkapan Maduro
Operasi Lilin 2025: 33.800 Gereja hingga Ribuan Titik Keramaian Diawasi Ketat
Trump Unggah Foto Maduro Dirantai di Kapal Perang AS
Arus Balik Nataru Belum Reda, Puncaknya Diprediksi Besok