Asap tebal dan lidah api yang menjulang tinggi mengubah perayaan tahun baru di resor mewah Crans Montana, Swiss, menjadi malam yang kelam. Kebakaran hebat menghanguskan bar Le Constellation pada Kamis dini hari, menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari seratus lainnya.
Menurut keterangan polisi, tragedi ini terjadi tepat di puncak pesta pergantian tahun. "Kebakaran dimulai sekitar pukul 01.30 pagi tadi di sebuah bar bernama 'Le Constellation', saat para pengunjung merayakan tahun baru," jelas juru bicara polisi Gaetan Lathion.
Ia menggambarkan situasi yang sangat kacau. "Lebih dari seratus orang berada di gedung itu, dan kami melihat banyak yang terluka dan banyak yang tewas."
Hingga kini, apa yang memicu kobaran api masih menjadi misteri. Ada laporan awal yang menyebutkan ledakan, tapi pihak berwenang belum bisa memastikannya. Mereka masih menyelidiki.
"Kami baru memulai penyelidikan kami, tetapi ini adalah resor ski terkenal internasional dengan banyak turis," tambah Lathion. Ia juga menyebut bahwa pusat bantuan khusus telah didirikan untuk mendukung keluarga korban.
Dampaknya sungguh mengerikan. Komandan Polisi setempat, Frederic Gisler, memberikan angka yang memilukan pada Jumat. "Kami menghitung sekitar 40 orang telah meninggal dan sekitar 115 orang terluka, sebagian besar dari mereka mengalami luka serius."
Gambar-gambar dari lokasi bencana menunjukkan bangunan yang nyaris habis dilalap si jago merah, dikelilingi oleh kendaraan darurat. Operasi penyelamatan sendiri masih terus berjalan. Untuk mendukung upaya itu, area di sekitar lokasi benar-benar ditutup dan zona larangan terbang diberlakukan di atas Crans-Montana.
Resor eksklusif yang terletak di jantung Pegunungan Alpen ini, tak jauh dari ikon Matterhorn, kini berduka. Suasana liburan yang seharusnya riang, berubah jadi pilu oleh tragedi di awal tahun 2026 ini.
Artikel Terkait
Serangan KKB di Nabire Tewaskan Prajurit TNI dan Petugas Keamanan Sipil
Sekjen Golkar Soroti Bahaya Eksklusivitas LPDP: Jangan Hanya Dinikmati Orang Kaya
Muzani Nilai Usulan Parliamentary Threshold 7% Terlalu Tinggi
Anggota DPR Desak Penarikan Brimob dari Urusan Langsung dengan Masyarakat