Air bah datang tanpa ampun. Di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah, Padang, rumah-rumah warga kini terendam dengan ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter. Situasi ini memaksa ratusan penduduk untuk segera meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, mengonfirmasi upaya penyelamatan yang tengah berlangsung.
"Evakuasi kami lakukan untuk warga yang terjebak. Mereka kami bawa ke lokasi yang lebih aman," ujarnya, Jumat (2/1/2026) lalu.
Menurut sejumlah saksi, air mulai merayap naik di kawasan Parak Jambu sejak siang hari. Proses evakuasi sendiri terkonsentrasi di dua titik, yaitu Jalan DPR Gang Babussalam dan Parak Jambu. Meski hari sudah gelap, tepatnya hingga pukul 18.30 WIB, operasi penyelamatan sama sekali tak melambat. Hujan yang tak kunjung berhenti membuat semua pihak harus bekerja ekstra keras.
Di lapangan, terlihat gabungan personel dari berbagai elemen. Ada BPBD, TNI, juga Komunitas Siaga Bencana. Tak ketinggalan, Tim Remaja Masjid Al Hijrah dan relawan lain turun langsung membantu. Mereka dengan hati-hati mengevakuasi ratusan warga, yang sebagian besar adalah kelompok rentan: anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan perempuan.
Warga yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke tempat-tempat aman. Sebagian besar berlindung di Masjid, sementara yang lain memilih untuk mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.
Hasanudin, Pembina Ikatan Remaja Masjid Al Hijrah, turut menceritakan kejadian itu. Ia menggambarkan bagaimana air tiba-tiba naik dengan cepat, mengubah jalanan menjadi aliran deras hanya dalam hitungan jam.
Artikel Terkait
65 Warga Purworejo Diduga Keracunan Usai Kenduri Ruwahan, Sembilan Dirawat
Menlu Sugiono Perkuat Diplomasi Palestina dan Perdamaian Global di Sidang DK PBB New York
Imam Al-Aqsa Ditahan Israel Jelang Ramadan, Akses Jemaah Dibatasi
Harga Emas Antam Turun Rp 22.000 per Gram di Awal Pekan