"Mungkin diperlukan diskresi terkait pemanfaatan kayu-kayu gelondongan tersebut," jelasnya.
Dengan memanfaatkan kayu itu untuk material bangunan, biaya pembangunan bisa ditekan. Baik yang dari APBN maupun dari dana CSR perusahaan.
Namun begitu, membangun kembali rumah saja belum cukup. Ancaman bencana susulan masih mengintai, mengingat puncak musim hujan diperkirakan masih lama. Di sinilah peran BMKG jadi krusial. Andi menekankan pentingnya peringatan dini yang akurat dan cepat.
"Kami terus meminta BMKG untuk memberikan early warning kepada masyarakat dan pemerintah daerah," imbuhnya.
Peringatan yang tepat waktu, menurutnya, adalah kunci agar semua pihak bisa bersiap lebih baik dan meminimalisir korban jiwa di masa-masa rentan seperti sekarang ini.
Artikel Terkait
SIM Keliling Bandung Buka di ITC Kebun Kelapa dan Tenth Avenue Hari Ini
Iran Klaim Kemenangan dan Pencabutan Sanksi AS, Negosiasi Lanjut di Islamabad
Pengelolaan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Resmi Beralih ke Kementerian Pertahanan
Dua Tewas dalam Kecelakaan Pikap dan Motor di Tikungan Tajam Pringsewu