"Mungkin diperlukan diskresi terkait pemanfaatan kayu-kayu gelondongan tersebut," jelasnya.
Dengan memanfaatkan kayu itu untuk material bangunan, biaya pembangunan bisa ditekan. Baik yang dari APBN maupun dari dana CSR perusahaan.
Namun begitu, membangun kembali rumah saja belum cukup. Ancaman bencana susulan masih mengintai, mengingat puncak musim hujan diperkirakan masih lama. Di sinilah peran BMKG jadi krusial. Andi menekankan pentingnya peringatan dini yang akurat dan cepat.
"Kami terus meminta BMKG untuk memberikan early warning kepada masyarakat dan pemerintah daerah," imbuhnya.
Peringatan yang tepat waktu, menurutnya, adalah kunci agar semua pihak bisa bersiap lebih baik dan meminimalisir korban jiwa di masa-masa rentan seperti sekarang ini.
Artikel Terkait
Longsor Tewaskan Empat Pekerja Proyek Lapangan Bola di Jatinangor
Kapolres Sragen Resmikan Jembatan Merah Putih, Langsung Uji Coba dengan Warga
Kapolres Kampar Blusukan ke Pospam Tol, Ingatkan Personel Utamakan Pelayanan
Bendera GAM Berkibar di Tengah Reruntuhan Gempa Aceh: Provokasi atau Sinyal Bahaya?