Puncak Ramai Liburan, Tapi Macet Tak Terjadi

- Jumat, 02 Januari 2026 | 19:15 WIB
Puncak Ramai Liburan, Tapi Macet Tak Terjadi

Suasana libur Natal dan Tahun Baru di Puncak, Bogor, ternyata ramai sekali. Hotel-hotel di kawasan itu penuh disewa wisatawan yang ingin menghabiskan waktu liburan. Tapi, yang mengejutkan, situasi lalu lintas menuju ke sana dilaporkan tetap lancar. Begitu kata Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho.

Ditemui di Pos Gadog, Bogor, Jumat (2/1/2026), Agus membenarkan ada peningkatan kunjungan. "Okupansi hotel naik," ujarnya. Namun begitu, dia menegaskan, "Tidak ada kemacetan."

Rahasianya? Ternyata, kepadatan lalu lintas berhasil diurai dengan skema rekayasa. Polisi menerapkan sistem satu arah (one way) dan pengalihan arus, yang menurut Agus terbukti efektif mengurai kemacetan. "Jadi kepadatan yang sudah kita kelola dengan rekayasa lalu lintas, baik itu alih arus dan one way. Ini solusi yang bagus," jelasnya.

Meski situasi terkendali, evaluasi tetap diperlukan. Menurut catatannya, lonjakan kunjungan justru lebih terasa di akhir pekan. Puncak arus liburan Nataru pertama terjadi Sabtu, 20 Desember 2025, dengan 32.510 kendaraan melintas. Puncak kedua menyusul sepekan kemudian, Sabtu 27 Desember, dengan angka yang hampir sama: 32.267 kendaraan.

"Jadi tentunya ini bisa menjadi evaluasi ke depan," kata Agus. "Kita konsentrasi pada hari-hari itu, hari Sabtu, weekend, dikaitkan dengan pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru."

Lalu bagaimana dengan arus baliknya? Ternyata lebih padat. Arus tertinggi dari Puncak menuju Jakarta tercatat pada Minggu, 21 Desember, dengan 33.690 kendaraan. Lonjakan signifikan juga terjadi sepekan sesudahnya.

"Dan arus balik yang kedua dari Puncak menuju ke bawah itu di tanggal 27 Desember sejumlah 32.667," ujar dia. Dari pantauan CCTV di kilometer 49, situasi di kawasan wisata seperti Gadog dinilainya cukup terkendali.

Kesimpulannya, fokus penanganan harus ada di akhir pekan. Menurut sang Irjen, rekayasa lalu lintas seperti one way itu memang cara jitu untuk menjaga Puncak dari kemacetan parah, meski dipadati pengunjung.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar