Pasca Banjir Bandang, TelkomGroup Fokus Pulihkan Trauma Anak-Anak di Aceh Tamiang

- Jumat, 02 Januari 2026 | 18:10 WIB
Pasca Banjir Bandang, TelkomGroup Fokus Pulihkan Trauma Anak-Anak di Aceh Tamiang

Banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang beberapa waktu lalu meninggalkan duka dan kerusakan. Di tengah situasi itu, upaya pemulihan tak hanya soal membangun kembali infrastruktur, tapi juga memulihkan semangat, terutama bagi anak-anak. PT Telkom Indonesia, lewat DPW Sumatra Sekar TelkomGroup, turun tangan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana hidrometeorologi di kabupaten tersebut.

Bantuan ini merupakan wujud kepedulian mereka, yang difokuskan pada literasi dan kesejahteraan anak pascabencana. Mereka menggandeng Bakti Bagi Negeri (BBN) di bawah Yayasan Sekar Telkom untuk mewujudkannya.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menegaskan komitmen perusahaan.

"Melalui kolaborasi bersama Sekar Telkom dan Relawan Telkom Peduli, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta membantu anak-anak untuk tetap merasa aman dan terhibur di masa pemulihan," ujar Seno, Jumat (2/1/2026).

Lebih dari dua ratus anak di desa-desa yang terendam banjir pun mendapat pendampingan. Ini upaya konkret untuk menjaga semangat belajar mereka agar tak padam.

Menariknya, penyaluran bantuan ini tidak seragam. Mereka menyesuaikan dengan kondisi spesifik setiap lokasi. Di Desa Babo, misalnya, warga menerima bantuan berupa pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, logistik, obat-obatan, hingga susu anak.

Lain lagi dengan Desa Sulum. Fokus bantuan di sana lebih pada keperluan tidur, pakaian, serta infrastruktur darurat seperti konektivitas satelit, genset, dan bahan bakar. Bantuan serupa juga mengalir ke Desa Juar, sementara Desa Pandiangin mendapat dukungan logistik.

Namun begitu, bantuan fisik saja tak cukup. Program pendampingan dan trauma healing bagi anak-anak terus berlanjut, seperti yang terlihat di Desa Menanggini. Bersama Relawan Telkom Peduli, kegiatan diisi dengan permainan edukatif. Ini jadi sarana yang efektif; selain menyemangati, juga membantu anak-anak mengekspresikan perasaan dan rasa takut mereka.

Dukungan lain datang dari Yayasan Kesehatan Telkom dan Telkomedika yang menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Jadi, upaya pemulihan sosial dan medis bisa berjalan beriringan.

EVP Telkom Regional 1 Sumatra, Dwi Pratomo Juniarto, menekankan bahwa semua bantuan diupayakan tepat sasaran. Mulai dari kebutuhan paling mendasar, fasilitas darurat, hingga layanan kesehatan.

"Kami berterima kasih atas sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga program ini dapat dilaksanakan dengan baik," tambah Dwi.

Pada akhirnya, inisiatif ini diharapkan tak cuma mempercepat pemulihan. Tapi juga menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian, khususnya untuk melindungi anak-anak yang kerap menjadi kelompok paling rentan saat bencana melanda.

TelkomGroup sendiri menegaskan komitmennya untuk tetap aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak. Tujuannya jelas: mendukung pemulihan berkelanjutan di wilayah-wilayah yang terdampak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar