Senin malam (29/12) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persija Jakarta memberikan pertunjukan yang memuaskan bagi pendukungnya. Bhayangkara FC ditaklukkan dengan skor telak 3-0 dalam laga pekan ke-15 Super League 2025/26. Kemenangan ini punya rasa yang sedikit berbeda. Soalnya, ini adalah laga kandang pertama mereka kembali ke GBK setelah sekian lama diungsikan ke Solo. Rumput stadion sebelumnya memang harus direhab total pascakonser besar-besaran.
Dengan tambahan tiga poin ini, posisi Persija di klasemen menguat. Mereka kini duduk di peringkat ketiga dengan koleksi 32 poin. Sementara itu, Bhayangkara FC tercecer di posisi 10 dengan 19 poin.
Sejak wasit meniup peluit awal, tekanan langsung diberikan tuan rumah. Baru menit ke-4, Allano Souza sudah melepaskan tembakan, sayangnya masih melenceng. Tak butuh waktu lama, ancaman datang lagi. Eksel Runtukahu melepaskan tendangan yang lebih mengarah ke gawang, tapi masih bisa diamankan kiper Aqil Savik.
Bhayangkara sempat mencoba membalas di menit ke-15. Upaya Ryan Kurnia, bagaimanapun, belum cukup untuk membuat jantung kiper Persija berdebar lebih kencang. Bola melayang jauh dari target.
Menjelang turun minum, drama terjadi. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih setelah Nehar Sadiki menjatuhkan Eksel Runtukahu di dalam kotak terlarang. Eksekusi baru dilakukan di menit 45 5.
Allano Souza yang maju sebagai algojo, dengan tenang menuntaskan tugasnya. 1-0 untuk Persija.
Statistik babak pertama menggambarkan dominasi yang nyaris sempurna. Penguasaan bola 'Macan Kemayoran' lebih dari 70 persen. Mereka melepaskan tiga tembakan, satu di antaranya tepat sasaran. Sementara Bhayangkara? Hanya satu percobaan, dan itu pun tidak mengarah ke gawang.
Memasuki babak kedua, tekanan tidak kunjung reda. Persija justru semakin menggila. Gol kedua lahir di menit 62, meski datang dari cara yang tak terduga. Bruno Tubarao melepaskan umpan silang berbahaya ke depan gawang. Dalam upaya mengantisipasi, bek Bhayangkara Putu Gede malah salah sambut. Bola menyentuh kakinya dan masuk ke sudut gawang sendiri. Sungguh sebuah mimpi buruk untuk tim tamu.
Kemenangan benar-benar disegel di menit 77. Kali ini, Jordi Amat yang menjadi bintang. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan sepakan keras dan akurat. Bola melesat deras, menembus jala gawang Bhayangkara FC. 3-0.
Skor itu bertahan hingga peluit panjang berbunyi. GBK pun bergemuruh, merayakan kembalinya sang raja ke rumahnya yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Persebaya Bangkit, Persaingan Puncak Liga 1 2025/2026 Makin Sengit
Persib Dibantai Ratchaburi 0-3, Kesiapan Asia Dipertanyakan
David Seaman Kritik Selebrasi Berlebihan Kiper Modern, Soroti Donnarumma
Leeds United Incar Bek Manchester United Tyrell Malacia yang Bebas Transfer