Hari kelima gelombang protes di Iran berlangsung mencekam. Kerusuhan yang dipicu melambungnya harga kebutuhan pokok itu, sayangnya, sudah memakan korban jiwa. Laporan dari berbagai sumber menyebutkan, setidaknya ada enam orang tewas dalam bentrokan di sejumlah kota.
Menurut kantor berita semi-resmi Fars dan organisasi HAM Hengaw, dua korban jatuh di Lordegan. Tiga lainnya di Azna, dan satu lagi di Kouhdasht. Namun, detail siapa sebenarnya yang tewas apakah warga atau aparat masih simpang siur. Situasinya benar-benar tidak jelas.
Di sisi lain, video yang beredar luas di media sosial sejak Kamis lalu memperlihatkan situasi yang kacau. Mobil-mobil terbakar, kerumunan massa, dan ketegangan yang nyaris bisa dirasakan melalui layar. Unjuk rasa ini rupanya tak cuma soal ekonomi lagi. Suara-suara sumbang menuntut perubahan kekuasaan mulai terdengar, bahkan ada yang secara terang-terangan menginginkan kembalinya sistem monarki.
Pemicu utamanya jelas: nilai tukar mata uang Iran yang anjlok. Itu yang mendorong orang turun ke jalan. Dan pada hari kelima ini, laporan tentang kerusuhan justru makin banyak berdatangan dari berbagai penjuru.
BBC Persia berhasil memverifikasi sejumlah video yang menunjukkan aksi protes di Teheran, Lordegan, dan Marvdasht. Narasinya bertambah runyam soal korban jiwa. Hengaw bersikukuh dua orang yang tewas di Lordegan adalah demonstran. Tapi, klaim ini belum bisa dikonfirmasi secara independen oleh BBC.
Ceritanya jadi beda dari pihak pemerintah. Media pemerintah Iran melaporkan seorang anggota pasukan keamanan yang terkait dengan Garda Revolusi (IRGC) tewas di Kouhdasht, Rabu malam. Katanya, ini akibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa.
Namun begitu, para demonstran di lapangan punya versi lain. Mereka menyebut pria itu justru salah satu dari mereka, yang menjadi korban tembakan aparat. Siapa yang benar? Sulit dipastikan dalam situasi seperti ini.
Yang pasti, bentrokan ini telah melukai belasan petugas. Sekitar 13 polisi dan anggota Basij mengalami luka-luka akibat lemparan batu. Menyikapi situasi yang semakin panas, pemerintah akhirnya mengambil langkah. Sekolah-sekolah, kampus, dan kantor pemerintah diliburkan pada Rabu lalu. Semua ini bagian dari upaya meredam gejolak, meski hasilnya masih harus dilihat.
Artikel Terkait
Media Group Network Apresiasi 37 Jurnalis di Hari Jurnalis ke-6
Xbox Game Pass Tambah Dua RPG Berat, The Witcher 3 dan Kingdom Come 2
Jaksa Tuntut Advokat, Buzzer, dan Direktur TV 8-10 Tahun Penjara dalam Kasus Perintangan Penyidikan
Banjir dan Longsor Landa Tapanuli Tengah, Gubernur Tinjau Lokasi dan Pastikan Bantuan