Banjir dan Longsor Landa Tapanuli Tengah, Gubernur Tinjau Lokasi dan Pastikan Bantuan

- Rabu, 18 Februari 2026 | 23:45 WIB
Banjir dan Longsor Landa Tapanuli Tengah, Gubernur Tinjau Lokasi dan Pastikan Bantuan

MURIANETWORK.COM - Banjir dan longsor yang dipicu hujan deras melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Senin (16 Februari) sore. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga, menggeser beberapa rumah, serta memutus akses jalan dan listrik di beberapa titik. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, telah turun langsung meninjau lokasi terdampak untuk memastikan penanganan korban dan kerusakan infrastruktur.

Kerusakan Parah di Permukiman Warga

Setelah meninjau lokasi di Kecamatan Badiri pada Rabu, Gubernur Bobby Nasution menyatakan bahwa banyak permukiman mengalami kerusakan berat akibat luapan Sungai Lopian dari hulu. Bahkan, tidak sedikit bangunan rumah warga yang bergeser dari fondasinya. Dalam peninjauannya, Bobby langsung berdialog dengan korban yang tengah melakukan evakuasi dan membersihkan sisa-sisa banjir.

"Kita lihat kondisinya bagaimana untuk bangunan rumah warga. Ada kategori kerusakannya ringan, sedang atau berat. Untuk beberapa titik terdampak, sudah kita tinjau," tegasnya.

Dari percakapan itu, ia mendengar langsung keluh kesah masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Situasi ini mengingatkan pada kejadian serupa di wilayah lain pada November tahun lalu.

"Mereka menyampaikan keluh kesahnya, karena tidak dapat lagi menempati rumah mereka. Bahkan kehilangan bangunan tempat tinggal, sebagaimana pernah terjadi di wilayah lain pada November 2025," tutur Bobby.

Penanganan dan Bantuan Segera Dijalankan

Pemerintah provinsi, bersama pemerintah pusat dan kabupaten, kini berfokus pada penanganan darurat dan persiapan rehabilitasi. Bobby Nasution meyakinkan warga bahwa bantuan, termasuk untuk pembangunan hunian tetap, akan segera disalurkan. Mekanisme penyaluran bantuan tunai juga telah disiapkan melalui rekening Bank Sumut untuk memudahkan warga.

"Bantuannya kita siapkan. Dari pemerintah pusat juga ada, dan kabupaten. Untuk bapak ibu, nanti pakai rekening Bank Sumut ya. Kalau belum ada, biar kami yang buatkan atas nama siapa," tuturnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah segera menyusun data faktual warga terdampak sebagai dasar penanganan yang tepat. Skema rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana disebut telah disiapkan.

"Kita minta supaya data masyarakat terdampak, segera bisa kita terima dari kabupaten. Begitu juga proses penanganan bencana, kita sudah ada skema rencana rekonstruksi, rehabilitasi pascabencana," jelas Bobby.

Dampak pada Infrastruktur dan Lalu Lintas

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengonfirmasi bahwa banjir telah melanda beberapa kecamatan sejak Senin siang. Dampaknya cukup kompleks, merusak rumah, infrastruktur jalan, hingga jaringan listrik.

"Bahkan di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, dampaknya tergolong cukup parah hingga menyebabkan pemadaman listrik," kata Masinton.

Laporan dari kepolisian setempat memberikan gambaran lebih detail tentang kerusakan infrastruktur. Material kayu dan batu dari longsoran menutup badan Jalan Rampa Poriaha di Km 7 Sigarupu, Kecamatan Sitahuis, menyebabkan kemacetan total.

Longsor juga terjadi di sepanjang Jalan Sibolga–Tarutung, dari Km 23 hingga Km 26. Material yang menumpuk tidak hanya menutup jalan, tetapi sempat juga membendung aliran sungai di Km 23,5, yang kemudian memperparah genangan banjir di sekitarnya.

Meski kerusakan fisik cukup signifikan, berita baik datang dari laporan korban jiwa. Kasat Lantas Polres Tapteng, AKP Dela Amtoni, menyatakan bahwa tidak ada korban meninggal dalam peristiwa ini.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tujuh unit rumah terdampak banjir dan longsor," kata Dela Amtoni.

Fokus penanganan kini beralih pada pemulihan akses transportasi, jaringan listrik, serta pendataan yang akurat untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar