MURIANETWORK.COM - Banjir dan longsor yang dipicu hujan deras melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Senin (16 Februari) sore. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga, menggeser beberapa rumah, serta memutus akses jalan dan listrik di beberapa titik. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, telah turun langsung meninjau lokasi terdampak untuk memastikan penanganan korban dan kerusakan infrastruktur.
Kerusakan Parah di Permukiman Warga
Setelah meninjau lokasi di Kecamatan Badiri pada Rabu, Gubernur Bobby Nasution menyatakan bahwa banyak permukiman mengalami kerusakan berat akibat luapan Sungai Lopian dari hulu. Bahkan, tidak sedikit bangunan rumah warga yang bergeser dari fondasinya. Dalam peninjauannya, Bobby langsung berdialog dengan korban yang tengah melakukan evakuasi dan membersihkan sisa-sisa banjir.
"Kita lihat kondisinya bagaimana untuk bangunan rumah warga. Ada kategori kerusakannya ringan, sedang atau berat. Untuk beberapa titik terdampak, sudah kita tinjau," tegasnya.
Dari percakapan itu, ia mendengar langsung keluh kesah masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Situasi ini mengingatkan pada kejadian serupa di wilayah lain pada November tahun lalu.
"Mereka menyampaikan keluh kesahnya, karena tidak dapat lagi menempati rumah mereka. Bahkan kehilangan bangunan tempat tinggal, sebagaimana pernah terjadi di wilayah lain pada November 2025," tutur Bobby.
Penanganan dan Bantuan Segera Dijalankan
Pemerintah provinsi, bersama pemerintah pusat dan kabupaten, kini berfokus pada penanganan darurat dan persiapan rehabilitasi. Bobby Nasution meyakinkan warga bahwa bantuan, termasuk untuk pembangunan hunian tetap, akan segera disalurkan. Mekanisme penyaluran bantuan tunai juga telah disiapkan melalui rekening Bank Sumut untuk memudahkan warga.
"Bantuannya kita siapkan. Dari pemerintah pusat juga ada, dan kabupaten. Untuk bapak ibu, nanti pakai rekening Bank Sumut ya. Kalau belum ada, biar kami yang buatkan atas nama siapa," tuturnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah segera menyusun data faktual warga terdampak sebagai dasar penanganan yang tepat. Skema rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana disebut telah disiapkan.
Artikel Terkait
Askrindo Genap 55 Tahun, Pacu Transformasi Digital untuk Dukung UMKM
Trump Ultimatum Iran: Seluruh Negara Bisa Hancur dalam Semalam
Kemensos Gelar Doa Bersama dan Sosialisasi untuk Transformasi Budaya Kerja
Remaja 15 Tahun Tewas Ditikam Tetangga Usai Ribut Main Game di Makassar